Dituduh Perkosa Siswi 14 Tahun, 7 Siswa Ditangkap di Malaysia

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 18 Nov 2019 18:32 WIB
Ilustrasi (detikcom/Edi Wahyono)
Ilustrasi (detikcom/Edi Wahyono)
Kuala Lumpur - Kepolisian Malaysia menangkap tujuh siswa sekolah menengah atas tuduhan pemerkosaan bergiliran terhadap seorang siswi berusia 14 tahun. Di tengah penahanan itu, ketujuh siswa akan diberi kesempatan untuk mengikuti Sijil Pelajaran Malaysia (SPM), semacam ujian nasional.

Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Senin (18/11/2019), tujuh siswa yang menjadi tersangka kasus pemerkosaan itu ditangkap di Tawau pada Jumat (15/11) lalu. Ketujuh siswa yang ditangkap semuanya berusia 17 tahun. Pelaku dan korban diketahui belajar di sekolah menengah yang sama di Tawau.

Kepala Kepolisian Distrik Tawau, Peter Umbuas, menyebut tindak pemerkosaan itu dilaporkan terjadi pada Jumat (15/11) lalu dan ketujuh tersangka ditangkap pada hari yang sama. Kasus ini dilaporkan oleh ibunda korban, setelah korban ditemukan sedang menangis oleh seorang gurunya.


Korban menyebut bahwa dua tersangka memperkosanya sedangkan empat tersangka lainnya memaksanya melakukan aktivitas seksual dan satu tersangka lain hanya diam menyaksikan tindakan bejat para tersangka itu.

"Dikonfirmasi bahwa tindak pemerkosaan dilaporkan terjadi dengan melibatkan seorang siswi berusia 14 tahun oleh tujuh siswa dari sekolah yang sama," sebut Peter Umbuas dalam pernyataannya.

"Korban telah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis," imbuhnya.

Kasus ini tengah diselidiki oleh kepolisian setempat di bawah pasal 357B dan pasal 377A Undang-undang Pidana setempat.

Dalam pernyataan terbaru, Peter Umbuas menyebut polisi tidak akan mengajukan perpanjangan penahanan terhadap ketujuh tersangka, untuk memberikan kesempatan kepada mereka mengikuti ujian SPM, yang menjadi syarat bagi siswa sekolah menengah di Malaysia untuk melanjutkan pendidikan ke universitas.

"Mengingat kasus ini telah dipecahkan dengan semua tersangka ditangkap, kami tidak akan mengajukan perpanjangan penahanan. Para tersangka akan diberi jaminan polisi ketika masa tahanan tiga hari berakhir, agar mereka bisa ikut SPM," ucap Peter Umbuas.


Ditambahkan Peter Umbuas bahwa pihak kepolisian masih mengumpulkan bukti-bukti sebelum menjeratkan dakwaan terhadap para tersangka.

(nvc/ita)