Vietnam Tangkap 8 Orang Terkait Kasus 39 Jasad Dalam Truk di Inggris

Vietnam Tangkap 8 Orang Terkait Kasus 39 Jasad Dalam Truk di Inggris

Jabbar Ramdhani - detikNews
Senin, 04 Nov 2019 23:20 WIB
Polisi Inggris memindahkan truk kontainer yang memuat 39 jasad (REUTERS/Peter Nicholls)
Polisi Inggris memindahkan truk kontainer yang memuat 39 jasad (REUTERS/Peter Nicholls)
Hanoi - Otoritas Vietnam menangkap delapan orang terkait penemuan 39 jasad dalam sebuah truk di Inggris. Kepolisian Vietnam menyebut para pelaku terorganisir.

"Ini adalah insiden yang sangat menyakitkan, kecelakaan kemanusiaan," kata direktur polisi Provinsi Nghe An, Nguyen Huu Cau, saat mengkonfirmasi penangkapan dalam sebuah komentar video yang diputar media Tuoi Tre yang dikelola pemerintah, seperti dilansir AFP, Senin (4/11/2019).

Kantor berita Vietnam resmi juga mengkonfirmasi penangkapan itu, dengan mengatakan para tersangka ditahan karena "mengorganisir (dan) perantara untuk pergi ke luar negeri dan tinggal di luar negeri secara ilegal".


Dalam truk berpendingin itu ditemukan delapan wanita dan 31 pria di sebuah taman industri di Essex, sebelah timur London. Kasus ini mengguncang Inggris dan mengungkap risiko mematikan migrasi ilegal dari Vietnam ke Eropa.

Awalnya, polisi Inggris menyebut para korban merupakan warga negara China. Namun, beberapa keluarga Vietnam datang dengan kekhawatiran kerabat mereka ada di truk. Sejauh ini, tidak ada yang diidentifikasi secara resmi.

Banyak korban yang dicurigai datang dari hanya dua provinsi di Vietnam tengah, termasuk provinsi Nghe An di mana delapan orang telah ditangkap sehubungan dengan kematian itu, kata polisi, Senin (4/11), menurut laporan media.


Sebelumnya, dua orang tersangka ditangkap di provinsi Ha Tinh pekan lalu terkait insiden ini.

Para penyalur marak ditemukan di kota-kota terpencil di Vietnam tengah, sebuah hotspot untuk migrasi ilegal ke Eropa.

Sampel DNA dan sidik jari diambil dari beberapa keluarga di daerah itu ketika pejabat di Vietnam dan Inggris bekerja untuk mengidentifikasi para korban.


Keluarga yang hilang mengatakan kepada AFP bahwa anak-anak mereka pergi ke luar negeri untuk mencari pekerjaan, berharap mendapat uang untuk dikirim pulang.

Inggris adalah tujuan populer bagi para migran ilegal Vietnam. Banyak dari mereka yang akhirnya bekerja di ladang ganja.

Terkait kasus ini, seorang sopir truk berpendingin tersebut yang berasal dari Irlandia Utara berusia 25 tahun ditangkap pada Rabu (23/10) telah didakwa melakukan pembunuhan, pencucian uang, dan konspirasi untuk membantu imigrasi yang melanggar hukum.

Di Dublin, seorang Irlandia Utara lainnya menghadapi proses ekstradisi untuk membawanya ke Inggris sehubungan dengan insiden itu.

Polisi Inggris juga mengatakan mereka ingin berbicara dengan Ronan dan Christopher Hughes, dua saudara lelaki dalam bisnis pengangkutan dari Irlandia Utara. Tiga orang lainnya telah ditangkap dan dibebaskan dengan jaminan polisi.
Halaman

(jbr/idn)