detikNews
2019/10/25 16:21:07 WIB

Jurnalis China Ditahan Usai Meliput Unjuk Rasa di Hong Kong

Novi Christiastuti - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jurnalis China Ditahan Usai Meliput Unjuk Rasa di Hong Kong Unjuk rasa di Hong Kong berlangsung selama lima bulan terakhir (AP Photo/Vincent Thian)
Beijing - Seorang jurnalis China yang meliput unjuk rasa anti-Beijing di Hong Kong dilaporkan ditahan setelah pulang ke negaranya. Jurnalis ini diketahui pernah menulis artikel tentang 'melawan tirani' dalam ulasan soal unjuk rasa di Hong Kong.

Seperti dilansir AFP, Jumat (25/10/2019), informasi soal penahanan jurnalis China ini disampaikan oleh sumber-sumber yang memahami situasi tersebut. Jurnalis bernama Huang Xueqin ini dikenal akan dukungannya pada gerakan #MeToo yang melawan tindak pelecehan seksual di China tahun lalu.

Huang diketahui pergi ke Hong Kong pada musim panas ini. Dia telah menulis sedikitnya dua laporan soal unjuk rasa besar-besaran yang membawa Hong Kong ke dalam krisis selama lima bulan terakhir.


Dalam salah satu tulisannya soal unjuk rasa, Huang menulis soal 'melawan tirani' dan menyebut bahwa 'tirani mungkin menang kuat melawan populasi, tapi tidak bisa menang melawan hati manusia'.

Ketika Huang kembali ke China daratan, ujar sumber-sumber yang dikutip AFP, otoritas kota Guangzhou memanggilnya untuk menghadiri pertemuan dan menyita seluruh dokumen perjalanannya. Kemudian Huang diberitahu bahwa dia bisa mendapatkan kembali dokumen-dokumennya pada 17 Oktober.

Namun ternyata, menurut sumber-sumber tersebut, Huang ditangkap atas dakwaan 'membuat masalah dan mencari pertengkaran'. Dakwaan yang samar itu diketahui seringkali dijeratkan terhadap para pengkritik pemerintah China daratan.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com