detikNews
2019/10/23 23:39:12 WIB

Hendak Merampok, Remaja di AS Ini Malah Terkunci di Dalam Toko

Jabbar Ramdhani - detikNews
Halaman 1 dari 1
Hendak Merampok, Remaja di AS Ini Malah Terkunci di Dalam Toko Ilustrasi perampokan (Foto: iStock)
Philadelphia - Seorang karyawan toko ponsel di Amerika Serikat (AS) menggagalkan perampokan yang dilakukan seorang remaja. Karyawan tersebut malah mengecoh hingga akhirnya pelaku terkunci di dalam toko.

"Jika semua perampok sebodoh ini, pekerjaan kita akan jauh lebih mudah," kata seorang detektif polisi veteran kepada stasiun ABC Philadelphia WPVI setelah tersangka ditangkap di toko Boost Mobile di Philadelphia Utara seperti dilansir ABC News, Rabu (23/10/2019).

Karyawan bernama Jitendra Kumar-Sas itu menceritakan dirinya sedang menjaga toko sendirian saat remaja itu memasuki toko pada Selasa (22/10) sekitar pukul 17.30 waktu setempat. Pelaku lalu menodongkan pistol padanya.


"Dia mengambil pistol dan menaruhnya di kepalaku. 'Hei, berikan aku uangnya, berapa banyak uang yang kamu miliki?'" kata Kumar-Sas.

Kepada pelaku, Kumar-Sas mengatakan tak ada uang di toko. Namun, dia berjanji akan memberikan uang yang dipunya rekan kerjanya.

"'Bisakah kamu menunggu beberapa menit, aku akan memberimu uang, aku punya karyawan lain di luar,'" ucap dia.


Perampok tersebut setuju menunggu di dalam toko. Setelah itu Kumar-Sas mengunci pintu dari luar dan berlari.

"Aku menutup pintu dan meletakkan penutupnya," katanya.

Tahu dirinya ditipu, perampok tersebut melepaskan 10 tembakan ke pintu untuk bisa keluar. Namun upayanya tak berhasil. Dia lalu menggedor pintu toko sebelah. Hingga kemudian tim SWAT tiba, perampok tersebut pun diamankan.


"SWAT, menggunakan pengeras suara, meneriaki nama individu ini, menyuruhnya keluar dan membiarkan dia tahu kesia-siaan tindakannya, bahwa dia terjebak di dalam," kata Kepala Departemen Kepolisian Philadelphia, Inspektur Scott Small.

Tersangka berumur 19 tahun itu lalu menyerah. Polisi menjerat pelaku dengan pasal tentang percobaan perampokan, pelanggaran senjata api, serangan yang diperburuk, dan pelanggaran terkait lainnya. Tidak ada yang terluka dalam insiden itu.
(jbr/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com