3 PRT Indonesia di Singapura Didakwa Mendanai Terorisme

3 PRT Indonesia di Singapura Didakwa Mendanai Terorisme

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 23 Okt 2019 18:35 WIB
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Singapura - Tiga pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia hari ini resmi didakwa atas pidana mendanai terorisme oleh pengadilan Singapura. Ketiganya ditangkap sejak September lalu atas tuduhan mendukung kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dan Jemaah Ashorut Daulah (JAD) melalui pendanaan.

Seperti dilansir Channel News Asia, Rabu (23/10/2019), ketiga PRT yang semuanya warga negara Indonesia (WNI) itu, terdiri dari Anindia Afiyantari (33), Retno Hernayani (36) dan Turmini (31). Ketiganya ditahan sejak September lalu dan diselidiki oleh Departemen Keamanan Internal Singapura (ISD).

Menurut Kementerian Dalam Negeri Singapura (MHA) dalam pernyataannya, sebelum ditangkap, ketiga perempuan WNI itu bekerja sebagai PRT di Singapura selama 6-13 tahun.


Dalam dakwaan yang resmi dijeratkan pada Rabu (23/10) waktu setempat, ketiga WNI itu dituduh mengumpulkan atau memberikan uang dalam beberapa kesempatan kepada sejumlah individu di Indonesia, antara September 2018 hingga Juli 2019.

Kasus ini juga diselidiki oleh Departemen Urusan Komersial (CAD) pada Kepolisian Singapura.

"Mereka memiliki alasan yang masuk akal untuk meyakini bahwa dana ini akan digunakan untuk memfasilitasi aksi teroris di luar negeri," kata MHA.
Selanjutnya
Halaman
1 2