detikNews
Senin 21 Oktober 2019, 19:33 WIB

Erdogan Tuduh Negara-negara Barat Dukung Teroris di Suriah

Novi Christiastuti - detikNews
Erdogan Tuduh Negara-negara Barat Dukung Teroris di Suriah Recep Tayyip Erdogan (Reuters)
Ankara - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melontarkan kritikan keras terhadap negara-negara Barat. Erdogan menuduh negara-negara Barat 'mendukung teroris' karena tidak mendukung operasi militer Turki terhadap milisi Kurdi di Suriah.

Diketahui bahwa Turki menetapkan milisi Kurdi di Suriah sebagai 'teroris' yang terkait kelompok Kurdi yang mendalangi berbagai serangan di wilayah Turki.

"Bisakah Anda bayangkan bahwa seluruh negara-negara Barat mendukung teroris dan semuanya menyerang kita, termasuk negara-negara anggota NATO dan negara-negara Uni Eropa?" ucap Erdogan dalam pernyataan terbaru di Istanbul, seperti dilansir AFP, Senin (21/10/2019).


"Sejak kapan Anda mulai berpihak pada teror? Apakah PYD-YPG (milisi Kurdi di Suriah) bergabung dengan NATO dan kami tidak tahu soal itu?" tanyanya.

Otoritas Turki menetapkan YPG sebagai kelompok teroris pecahan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang mengobarkan pemberontakan di Turki sejak tahun 1984 silam. Selain oleh Turki, PKK juga ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa.

Operasi militer Turki terhadap milisi Kurdi di Suriah menuai kritikan internasional dan membuat sejumlah negara anggota NATO menangguhkan kesepakatan penjualan senjata dengan Turki. Diketahui bahwa milisi Kurdi di Suriah memimpin Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang membantu koalisi pimpinan AS dalam memerangi dan mengusir Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) keluar dari Suriah, beberapa waktu lalu.

Sekretaris Jenderal NATO, Jens Stoltenberg, berulang kali menyuarakan 'kekhawatiran serius' terhadap operasi militer Turki yang diluncurkan pada 9 Oktober lalu, yang bertujuan memukul mundur milisi Kurdi dari wilayah perbatasan Suriah-Turki. Dengan mundurnya milisi Kurdi di Suriah, Turki bisa mulai mendirikan zona aman untuk para pengungsi Suriah yang kini ditampung di wilayahnya.

Erdogan menyangkal tuduhan dirinya berambisi memperluas wilayah dengan menegaskan bahwa: "Turki tidak menginginkan wilayah negara manapun ... Kami menganggap tuduhan semacam itu sebagai penghinaan terbesar yang diarahkan kepada kami."


(nvc/dhn)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com