detikNews
Senin 21 Oktober 2019, 15:13 WIB

Masjid Kena Semprot Meriam Air Saat Bentrokan, Pemimpin Hong Kong Minta Maaf

Novi Christiastuti - detikNews
Masjid Kena Semprot Meriam Air Saat Bentrokan, Pemimpin Hong Kong Minta Maaf Petugas tampak membersihkan ruas jalan di luar Masjid Kowloon usai polisi tak sengaja menyemprotkan meriam air saat membubarkan demonstran (REUTERS/Ammar Awad)
Hong Kong - Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, meminta maaf setelah polisi secara tak sengaja menyemprotkan meriam air ke pintu gerbang sebuah masjid di area Kowloon saat berupaya membubarkan para demonstran. Permintaan maaf Lam ini diterima oleh sang imam masjid tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Senin (21/10/2019), Lam mengunjungi masjid tersebut pada Senin (21/10) waktu setempat, sebelum terbang ke Jepang untuk menghadiri penobatan Kaisar Naruhito sebagai Kaisar baru Jepang.

Kota Hong Kong saat ini sedang bersih-bersih usai bentrokan kembali pecah pada Minggu (20/10) waktu setempat. Dalam bentrokan terbaru, polisi mengerahkan truk meriam air untuk membubarkan demonstran. Meriam air itu berisi pewarna biru yang akan meninggalkan bekas ke demonstran yang terkena semprotannya.


Pada satu waktu, sebuah meriam air menyemprotkan air ke bagian gerbang depan dan bagian anak tangga di kompleks Masjid Kowloon. Bekas warna biru terlihat di bagian depan kompleks masjid, saat para jemaah datang untuk salat pada Senin (21/10) waktu setempat.

Diketahui bahwa Masjid Kowloon merupakan tempat ibadah paling penting bagi umat Islam di Hong Kong. Area sekitar masjid juga diketahui menjadi tempat berkumpul sejumlah orang termasuk para jurnalis setempat.

Lam mendatangi masjid tersebut pada Senin (21/10) pagi waktu setempat. Dia tampak mengalungkan syal di leher. Disebutkan juru bicaranya bahwa Lam menyampaikan permintaan maaf kepada para pemimpin dan tokoh masjid tersebut dalam kunjungannya.

Carrie Lam saat mengunjungi Masjid Kowloon untuk meminta maaf usai polisi tak sengaja menyemprotkan meriam air ke pintu gerbang masjid saat membubarkan demonstranCarrie Lam saat mengunjungi Masjid Kowloon untuk meminta maaf usai polisi tak sengaja menyemprotkan meriam air ke pintu gerbang masjid saat membubarkan demonstran Foto: AP Photo


Imam Masjid Kowloon, Muhammad Arshad, menyatakan permintaan maaf Lam telah diterima. Muhammad Arshad juga menyampaikan harapan komunitas muslim untuk terus tinggal di Hong Kong dalam damai.

Dalam pernyataan terpisah, Kepolisian Hong Kong menyatakan bahwa masjid tersebut secara tak sengaja terkena semprotan meriam air. Ditegaskan Kepolisian Hong Kong bahwa pihaknya 'menghormati kebebasan beragama dan akan berjuang untuk melindungi seluruh tempat ibadah'.

Unjuk rasa di Hong Kong kembali digelar pada Minggu (20/10) waktu setempat setelah dua pekan mereda. Puluhan ribu orang turun ke jalanan untuk menunjukkan dukungan bagi gerakan antipemerintah, meskipun polisi menetapkan aksi itu ilegal atau digelar tanpa izin.


Awalnya, para keluarga dan warga lanjut usia turun ke jalanan dalam aksi yang berlangsung damai. Banyak demonstran yang masih memakai masker dan membawa payung untuk menutupi wajah mereka, dalam aksi melanggar larangan masker yang diberlakukan pemerintah Hong Kong.

Usai aksi tersebut, sekelompok demonstran anarkis yang beranggotakan kaum muda terlibat bentrok dengan polisi antihuru-hara. Mereka menyerbu bank-bank dan pusat bisnis yang dianggap terkait dengan China, kemudian merusak toko dan melakukan pembakaran di ruas jalan yang menjadi pusat komersial setempat di area Kowloon.


(nvc/ita)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com