Peretas Rusia Tunggangi Operasi Spionase Iran untuk 'Serang' 20 Negara - Halaman 2

Peretas Rusia Tunggangi Operasi Spionase Iran untuk 'Serang' 20 Negara

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 21 Okt 2019 14:03 WIB
Ilustrasi (Pawel Kopczynski/REUTERS)
Ilustrasi (Pawel Kopczynski/REUTERS)

Dalam pernyataan gabungan dengan Badan Keamanan Nasional AS (NSA), Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris GCHQ, menyatakan pihaknya ingin meningkatkan kewaspadaan industri soal aktivitas semacam itu dan menjadikan serangan-serangan lebih sulit dilakukan oleh musuh-musuhnya.

"Kami ingin memberikan pesan yang jelas bahwa ketika aktor-aktor siber berupaya menutupi identitas mereka, kemampuan kami pada akhirnya akan mampu mengidentifikasi mereka," tegas Chichester yang juga menjabat sebagai Direktur Operasi NCSC yang masih bagian dari GCHQ.

Para pejabat Rusia dan Iran tidak memberikan tanggapan segera terkait laporan ini. Namun diketahui bahwa Rusia dan Iran telah berulang kali menyangkal tuduhan negara Barat soal aktivitas peretasan ke beberapa negara.


Para pejabat negara-negara Barat menetapkan Rusia dan Iran sebagai dua ancaman paling berbahaya di dunia siber, selain China dan Korea Utara (Korut). Pemerintahan kedua negara sering kali dituduh melakukan operasi peretasan terhadap beberapa negara di dunia.

Para pejabat intelijen menyebut tidak ada bukti kolusi antara Turla dan Iran, yang diwakili oleh kelompok peretas 'APT34' -- yang oleh para peneliti keamanan siber disebut bekerja untuk pemerintah Iran. Dengan demikian, diyakini bahwa para peretas Rusia menyusup ke dalam infrastruktur kelompok peretas Iran demi 'menyamar sebagai musuh yang oleh (negara-negara) korban diperkirakan akan menargetkan mereka'.

Halaman

(nvc/ita)