Trump Sebut Turki dan Kurdi Perlu Bertarung Seperti 'Anak Kecil'

Trump Sebut Turki dan Kurdi Perlu Bertarung Seperti 'Anak Kecil'

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 18 Okt 2019 15:32 WIB
Donald Trump (REUTERS/Carlos Barria)
Donald Trump (REUTERS/Carlos Barria)
Washington DC - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan dirinya membiarkan Turki dan pasukan milisi Kurdi di Suriah untuk bentrok dalam pertempuran mematikan. Trump menyebut Turki dan milisi Kurdi seperti anak-anak yang butuh saling berkelahi.

"Apa yang saya lakukan tergolong tidak konvensional. Saya mengatakan mereka akan bertarung sebentar," ucap Trump kepada para pendukungnya di Texas, seperti dilansir AFP, Jumat (18/10/2019).

"Seperti dua anak kecil di halaman, Anda harus membiarkan mereka berkelahi dan kemudian melerai mereka," imbuhnya. "Mereka bertempur selama beberapa hari dan itu cukup ganas," sebut Trump.


Pekan lalu, Trump mengambil keputusan mengejutkan dengan menarik mundur tentara AS dari wilayah Suriah bagian timur laut. Hal itu memampukan militer Turki untuk melancarkan operasi militer terhadap milisi Kurdi di Suriah, yang ditetapkannya sebagai teroris.

Laporan Syrian Observatory for Human Rights menyebut lebih dari 500 orang, termasuk puluhan warga sipil yang kebanyakan dari pihak Kurdi, tewas akibat gempuran udara Turki yang didukung oleh pemberontak Suriah. Sekitar 300 ribu warga sipil lainnya kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi.

Ditekankan oleh Trump bahwa 'tidak satu tetes pun darah warga Amerika' tertumpah.

Pada Kamis (17/10) waktu setempat, Turki -- setelah berbicara dengan Wakil Presiden AS Mike Pence -- sepakat untuk menangguhkan gempuran udara dan mengakhiri operasi militer jika pasukan Kurdi menarik diri dari zona aman di sepanjang perbatasan.

"Kita pergi ke sana dan kita mengatakan kita ingin jeda dan Kurdi sungguh luar biasa. Mereka akan mundur sedikit," ujar Trump. "Kita akan menjaga ISIS tetap terkunci. Kita akan mencari lebih banyak dari mereka dan Turki sudah siap," imbuhnya.


Dalam pernyataan kepada wartawan di Fort Worth, Texas, sebelum menemui pendukungnya, Trump menyebut kesepakatan gencatan senjata itu sebagai 'hari yang indah' untuk Turki dan Kurdi.

"Kita mendapatkan gencatan senjata selama lima hari," ucapnya. "Ini hari yang indah bagi Amerika Serikat. Ini hari yang indah bagi Turki. Ini hari yang indah bagi Kurdi. Ini hari yang indah bagi peradaban. Ini situasi di mana semua orang senang," imbuh Trump.


Mantan utusan khusus kepresidenan untuk koalisi anti-ISIS, Brett McGurk, menyebut komentar Trump soal 'dua anak berkelahi' itu 'tidak pantas dan bodoh'.

"200 ribu orang tak berdosa terusir. Ratusan orang tewas. Laporan-laporan kredibel soal kejahatan perang. Tahanan ISIS kabur. AS mengevakuasi dan mengebom posisi mereka sendiri atau menyerahkan mereka ke Rusia. Dua anak kecil di halaman?" tulisnya via Twitter.

(nvc/idh)