detikNews
2019/10/18 11:22:32 WIB

Pertama Kali, Pria Singapura Dipenjara karena Mendanai Terorisme

Novi Christiastuti - detikNews
Halaman 1 dari 2
Pertama Kali, Pria Singapura Dipenjara karena Mendanai Terorisme Ilustrasi (REUTERS/Dario Pignatelli)
Singapura - Untuk pertama kali, seorang warga Singapura dihukum penjara karena mendanai terorisme. Seorang pria berusia 35 tahun ini dijatuhi hukuman 30 bulan penjara setelah dinyatakan bersalah atas dakwaan pendanaan terorisme karena mengirimkan lebih dari SG$ 1.000 (Rp 10 juta) ke seorang penceramah kebencian.

Seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (18/10/2019), pria bernama Ahmed Hussein Abdul Kadir Sheik Uduman (35), yang mantan teknisi teknologi informasi (IT) ini, tercatat menjadi warga Singapura pertama yang divonis penjara di bawah Undang-undang (Penindakan Pendanaan) Terorisme.

Dia dijatuhi hukuman 30 bulan penjara dalam persidangan pada Kamis (17/10) waktu setempat.


Diungkapkan dalam sidang bahwa Hussein telah mengirimkan dana sebesar SG$ 1.059 (Rp 10,8 juta) pada Juli 2016 dan US$ 62 (Rp 863 ribu) pada September 2016 kepada seorang penceramah yang tinggal di Jamaika yang diketahui memfasilitasi aksi teroris.

Hussein ditangkap oleh Departemen Keamanan Internal pada Juli 2018 lalu. Dia ditahan di bawah Undang-undang (UU) Keamanan Internal pada Agustus 2018 setelah ketahuan telah diradikalisasi dan berniat melakukan kekerasan bersenjata di Suriah untuk mendukung Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Penceramah kebencian yang dimaksud adalah Sheikh Abdullah al-Faisal. Dia pernah diadili dan divonis 9 tahun penjara pada tahun 2003 di Inggris. Saat itu dia dinyatakan bersalah menghasut pembunuhan penganut Yahudi, warga Amerika, penganut Hindu dan Kristen serta menggunakan kata-kata ancaman untuk mengobarkan kebencian ras. Setelah 4 tahun mendekam di penjara, Sheikh Abdullah dideportasi ke Jamaika.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com