Italia Angkat 7 Mayat Migran Korban Kapal Tenggelam di Mediterania

Italia Angkat 7 Mayat Migran Korban Kapal Tenggelam di Mediterania

Haris Fadhil - detikNews
Jumat, 18 Okt 2019 01:34 WIB
Foto: Peti berisi mayat korban kapal migran tenggelam di laut Mediterania (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)
Foto: Peti berisi mayat korban kapal migran tenggelam di laut Mediterania (REUTERS/Guglielmo Mangiapane)
Roma - Petugas penjaga pantai Italia mengangkat tujuh mayat korban kapal tenggelam dari dasar Laut Mediterania. Ketujuh mayat itu terdiri dari satu anak-anak dan enam orang dewasa.

Dilansir dari Reuters, Jumat (18/10/2019), mayat-mayat tersebut merupakan korban dari kapal migran yang terbalik di lepas pantai Pulau Lampedusa.

Mayat-mayat yang ditemukan tersebut kemudian dibawa ke dermaga pula tersebut. Tampak peti yang sudah disediakan.



Kapal tersebut tenggelam pada Senin (7/10). Sesaat setelah kejadian itu, petugas menemukan 13 mayat wanita. Petugas penjaga pantai mengatakan 13 pria dan wanita selamat dari tenggelamnya kapal.

Kapal yang diduga memulai perjalanan dari Libya serta kemudian transit di Tunisia itu diduga membawa lebih dari 50 orang pada saat kejadian. Sebagian besar penumpang datang dari Tunisia atau Afrika sub-Sahara. Tidak ada yang mengenakan jaket pelampung.

Mayat-mayat itu diangkat oleh tim yang terdiri dari 29 penyelam scuba di pulau itu pada kedalaman 60 meter. Setelah kapal karam, jaksa penuntut di kota selatan Agrigento membuka penyelidikan.

Para migran yang datang ke Eropa dalam beberapa tahun terakhir sebagian besar merupakan mereka yang melarikan diri dari perang dan kemiskinan di Timur Tengah, Asia dan Afrika. Statistik resmi menunjukkan lebih dari 800 migran telah tiba di Italia selama dua minggu terakhir dibandingkan dengan 1.007 untuk keseluruhan Oktober tahun lalu.

Selanjutnya 176 mendarat pada hari Rabu setelah tiba di kapal amal Ocean Viking. Lusinan migran juga terbunuh saat mencoba menyeberang dalam beberapa bulan terakhir.

Jumlah migran yang tewas pada tiga rute migrasi Laut Mediterania utama dalam sembilan bulan pertama tahun ini adalah 994 orang. Angka itu dirilis oleh Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).

Jumlah tersebut merupakan yang terendah yang tercatat sejak 2014. IOM menilai hal itu terjadi bukan karena peningkatan kondisi keselamatan tetapi terkait dengan pengurangan jumlah orang yang berusaha menyeberang.



Menteri dalam negeri dari lima negara Uni Eropa, termasuk Italia, mengatakan bulan lalu mereka telah menyetujui skema baru untuk mendistribusikan migran yang diselamatkan dari Mediterania di bawah kesepakatan yang bertujuan menghilangkan tekanan pada negara-negara Uni Eropa selatan.

Italia dan negara tetangga Malta telah lama mengeluh bahwa mereka dibiarkan sendirian untuk berurusan dengan ratusan ribu migran yang telah menyeberangi Mediterania dalam beberapa tahun terakhir mencari kehidupan yang lebih baik di Eropa. (haf/haf)