Surat Trump Untuk Erdogan Soal Operasi Militer di Suriah: Jangan Bodoh!

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 17 Okt 2019 12:13 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto: REUTERS)
Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengirimkan surat untuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terkait operasi militernya untuk memerangi pasukan Kurdi di Suriah. Dalam surat tersebut, Trump mengingatkan Erdogan untuk tidak berbuat bodoh.

Dalam surat yang dikirimnya untuk Erdogan, Trump mengawalinya dengan ancaman langsung.

"Mari kita bekerja dengan baik," tulis Trump dalam surat bertanggal 9 Oktober tersebut, yang keotentikannya telah dikonfirmasi oleh Gedung Putih kepada media AFP.

"Anda tidak ingin bertanggung jawab atas pembantaian ribuan orang, dan saya tidak ingin bertanggung jawab karena menghancurkan perekonomian Turki -- dan saya akan melakukannya," tulis Trump seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (17/10/2019).

Diketahui bahwa setelah Turki mulai melancarkan operasi militer di Suriah untuk memerangi pasukan Kurdi, Trump mengancam Erdogan bahwa dirinya akan menghancurkan perekonomian Turki, jika invasi militer itu terus berlangsung.


"Sejarah akan memandang Anda dengan baik jika Anda melakukan ini dengan cara yang benar dan manusiawi," kata Trump dalam suratnya. "Sejarah akan memandang Anda selamanya sebagai iblis jika hal-hal baik tidak terjadi," tulis Trump.


Trump mengatakan kepada Erdogan bahwa "banyak sekali yang mungkin terjadi jika dia bernegosiasi dengan kepala Pasukan Demokrat Suriah yang dipimpin Kurdi, Mazloum Abdi, yang oleh Turki disebut "teroris" karena hubungannya dengan para militan Kurdi PKK di Turki.

"Jangan jadi orang yang keras. Jangan bodoh," tulis Trump mengakhiri suratnya, seraya menambahkan: "Saya akan menelepon Anda nanti."


Dengan didukung para militan Suriah, militer Turki pada Rabu (9/10) waktu setempat telah memulai serangan-serangan udara dan darat terhadap kelompok milisi Kurdi, Kurdish People's Protection Units (YPG) yang didukung Amerika Serikat.


Pemerintah Turki telah sejak lama menentang dukungan AS pada YPG dalam perang melawan kelompok ISIS. Ankara menyebut milisi tersebut sebagai cabang "teroris" dari kelompok pemberontak Kurdi di wilayah Turki, yang selama ini kerap melancarkan serangan.

Erdogan telah bersumpah bahwa operasi militer terhadap pasukan Kurdi di Suriah tersebut "tak akan berhenti".

"Sekarang ada ancaman-ancaman yang datang dari kanan dan kiri, menyuruh kami untuk menghentikan ini," ujar Erdogan. "Kami tak akan mundur," tegasnya. (ita/ita)