AS Khawatirkan Kapal-Kapal China Tak Terlacak Pembawa Muatan Minyak Iran

AS Khawatirkan Kapal-Kapal China Tak Terlacak Pembawa Muatan Minyak Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 16 Okt 2019 19:31 WIB
Ilustrasi (Getty Images/AFP)
Ilustrasi (Getty Images/AFP)
Washington DC - Amerika Serikat (AS) dilaporkan sangat mengkhawatirkan keberadaan kapal-kapal China tak terlacak yang diduga membawa muatan minyak asal Iran, yang jelas melanggar sanksi AS. Peringatan telah disampaikan AS terhadap perusahaan-perusahaan pelayaran China terkait hal ini.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (16/10/2019), kekhawatiran AS ini diungkapkan oleh dua pejabat senior pemerintahan AS yang enggan disebut namanya. Disebutkan sumber-sumber itu bahwa pemerintah AS memperingatkan perusahaan-perusahaan China agar tidak mematikan transponder pada kapal-kapal mereka demi menyembunyikan muatan minyak Iran agar terhindar dari sanksi AS.

"Kami telah memberikan sangat banyak pesan kepada perusahaan-perusahaan pelayaran, Anda tidak ingin melakukan ini, itu tidak pantas," tegas salah satu sumber pejabat AS yang berbicara kepada Reuters.


"Itu sungguh perilaku yang berbahaya dan tidak bertanggung jawab," imbuh sumber tersebut.

Diketahui bahwa China merupakan pembeli minyak Iran terbesar yang tersisa setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan sanksi terhadap ekspor utama Iran tersebut. Pada Mei lalu, Trump memperketat sanksi-sanksinya terhadap Iran demi mengurangi penjualan minyak Iran hingga ke angka nol.

Sanksi-sanksi AS dimaksudkan untuk meruntuhkan ambisi nuklir, program rudal balistik serta pengaruh Iran di Suriah, Irak dan beberapa negara lainnya. Laporan menyebut ekspor minyak Iran menurun ke angka kurang dari 400 ribu barel per hari, dari yang tadinya mencapai 2,5 juta barel per hari.

Pada 25 September lalu, AS menjatuhkan sanksi terhadap lima individu asal China dan dua anak perusahaan COSCO Shipping Corp asal China, dengan menyebut mereka telah menyalurkan minyak mentah asal Iran yang jelas melanggar sanksi AS.

Beberapa hari kemudian, sedikitnya 14 kapal milik COSCO Shipping Tanker (Dalian) berhenti mengirimkan data lokasi dari sistem identifikasi otomatis (AIS) mereka antara 30 September hingga 7 Oktober. Hal itu terdeteksi oleh data pelacakan kapal pada Reifinitiv Eikon.

Pemerintah AS pada Selasa (15/10) waktu setempat menyatakan pihaknya bisa mengonfirmasi secara independen bahwa COSCO telah mematikan AIS pada kapal-kapalnya.


Semua kapal COSCO, kecuali tiga kapal, telah bisa dilacak kembali sejak laporan Reuters dirilis pada 9 Oktober. Namun lokasi untuk kapal Yuan Shan Hu dan kapal Cosglad Lake, dua-duanya jenis Very Large Crude Carriers (VLCC), masih tidak terlacak antara 8-16 Oktober. Satu kapal tanker lainnya, Yang Mei Hu, tidak terlacak sejak 11 Oktober.

Dalam keterangan via email, COSCO Shipping Tanker (Dalian) menegaskan tidak ada satupun kapalnya yang mematikan AIS-nya atau berhenti mentransmisikan sinyal AIS. "Dalian Tanker akan terus mematuhi aturan hukum dan regulasi yang berlaku dalam menjalani operasional bisnisnya," tegas pihak COSCO.

Diketahui bahwa Organisasi Maritim Internasional (IMO) mewajibkan setiap kapal untuk mengaktifkan transponder untuk keamanan dan transparansi. Awak kapal boleh mematikan transponder hanya dalam situasi pembajakan atau bahaya lainnya. Namun seringkali transponder dimatikan untuk menyembunyikan lokasi kapal-kapal yang melakukan aktivitas ilegal.

(nvc/dhn)