detikNews
Selasa 15 Oktober 2019, 14:29 WIB

Paedofil Paling Jahat di Inggris Tewas Ditikam di Penjara, Cabuli 200 Anak

Novi Christiastuti - detikNews
Paedofil Paling Jahat di Inggris Tewas Ditikam di Penjara, Cabuli 200 Anak Ilustrasi (REUTERS/Dario Pignatelli)
London - Seorang narapidana yang dijuluki sebagai salah satu paedofil paling jahat di Inggris, ditemukan tewas di dalam sel penjara. Narapidana bernama Richard Huckle ini dilaporkan ditikam hingga tewas.

Seperti dilansir CNN dan AFP, Selasa (15/10/2019), Huckle (33) tengah menjalani masa hukuman di penjara Full Sutton, Yorkshire, Inggris atas serentetan kasus kejahatan seks anak. Dia sebelumnya mengaku telah mencabuli nyaris 200 anak yang semuanya berasal dari Malaysia.

Tahun 2016 lalu, Huckle divonis bersalah oleh pengadilan Old Bailey atas dakwaan kejahatan seksual terhadap anak-anak yang berusia enam bulan hingga 12 tahun. Dia dijatuhi 22 vonis penjara seumur hidup oleh pengadilan. Vonis tersebut dijalani Huckle secara bersamaan.


Kementerian Kehakiman Inggris dalam pernyataannya mengonfirmasi bahwa Huckle tewas di dalam selnya pada Minggu (13/10) waktu setempat. Penyebab kematian Huckle tidak disebut lebih lanjut. Namun media-media lokal Inggris melaporkan bahwa Huckle diserang dengan sebuah pisau rakitan dan ditikam hingga tewas. Pelaku penikaman tidak disebutkan lebih lanjut.

"Akan tidak pantas untuk berkomentar lebih lanjut saat penyelidikan kepolisian masih berlangsung," sebut pihak Kementerian Kehakiman Inggris dalam pernyataannya.

Huckle ditangkap di Bandara Gatwick, London, tahun 2014 lalu saat dia baru kembali dari Malaysia. Kebanyakan tindak pidana Huckle dilakukan di Malaysia, namun dia diadili dan dihukum di Inggris.

Richard HuckleRichard Huckle Foto: National Crime Agency via CNN


Selama berada di Malaysia, Huckle berkedok sebagai fotografer freelance dan guru Bahasa Inggris. Dia juga menjadi relawan untuk komunitas Kristen setempat demi mengakses komunitas miskin di Kuala Lumpur antara tahun 2006-2014.

Huckle disebut mengambil foto dan video saat dia memperkosa anak-anak itu. Dia kemudian membagikannya kepada para paedofil lainnya di situs gelap, area internet yang tidak bisa diakses oleh pengguna umum. Anak-anak yang menjadi korban Huckle berasal dari sekolah-sekolah dan panti asuhan setempat.

Diungkapkan dalam persidangan bahwa Huckle telah mengakui 71 dakwaan terhadap 22 anak. Namun diyakini masih ada banyak korban lainnya di negara-negara Asia Tenggara.


Seorang unit detektif asal Australia akhirnya membongkar aktivitas bejat Huckle di sebuah ruang terenskripsi (encrypted room) di situs gelap yang menjadi platform para paedofil bertukar gambar dan tips kekerasan seks pada anak. Saat ditangkap, Huckle diketahui membawa sebuah laptop yang dienskripsi secara ketat dan sebuah kamera yang berisi lebih dari 20 ribu gambar kejahatan seks anak, dengan 1.000 gambar di antaranya menampilkan dirinya.

Laptop itu berisi sebuah buku yang di dalamnya Huckle menjelaskan secara detail tindak kejahatan seks terhadap 191 korban, namun tidak semuanya didakwakan kepada Huckle karena tidak cukup bukti foto. Huckle juga menulis sebuah buku petunjuk berjudul 'Paedophiles And Poverty: Child Lover Guide' yang oleh hakim Perter Rook disebut sebagai 'dokumen yang sangat jahat tentang paedofilia'.


(nvc/ita)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com