detikNews
2019/10/15 14:29:33 WIB

Paedofil Paling Jahat di Inggris Tewas Ditikam di Penjara, Cabuli 200 Anak

Novi Christiastuti - detikNews
Halaman 2 dari 2
Paedofil Paling Jahat di Inggris Tewas Ditikam di Penjara, Cabuli 200 Anak Ilustrasi (REUTERS/Dario Pignatelli)

Selama berada di Malaysia, Huckle berkedok sebagai fotografer freelance dan guru Bahasa Inggris. Dia juga menjadi relawan untuk komunitas Kristen setempat demi mengakses komunitas miskin di Kuala Lumpur antara tahun 2006-2014.

Huckle disebut mengambil foto dan video saat dia memperkosa anak-anak itu. Dia kemudian membagikannya kepada para paedofil lainnya di situs gelap, area internet yang tidak bisa diakses oleh pengguna umum. Anak-anak yang menjadi korban Huckle berasal dari sekolah-sekolah dan panti asuhan setempat.

Diungkapkan dalam persidangan bahwa Huckle telah mengakui 71 dakwaan terhadap 22 anak. Namun diyakini masih ada banyak korban lainnya di negara-negara Asia Tenggara.


Seorang unit detektif asal Australia akhirnya membongkar aktivitas bejat Huckle di sebuah ruang terenskripsi (encrypted room) di situs gelap yang menjadi platform para paedofil bertukar gambar dan tips kekerasan seks pada anak. Saat ditangkap, Huckle diketahui membawa sebuah laptop yang dienskripsi secara ketat dan sebuah kamera yang berisi lebih dari 20 ribu gambar kejahatan seks anak, dengan 1.000 gambar di antaranya menampilkan dirinya.

Laptop itu berisi sebuah buku yang di dalamnya Huckle menjelaskan secara detail tindak kejahatan seks terhadap 191 korban, namun tidak semuanya didakwakan kepada Huckle karena tidak cukup bukti foto. Huckle juga menulis sebuah buku petunjuk berjudul 'Paedophiles And Poverty: Child Lover Guide' yang oleh hakim Perter Rook disebut sebagai 'dokumen yang sangat jahat tentang paedofilia'.


(nvc/ita)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com