China Kecam Politikus Thailand yang Tunjukkan Dukungan ke Aktivis Hong Kong

China Kecam Politikus Thailand yang Tunjukkan Dukungan ke Aktivis Hong Kong

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 11 Okt 2019 17:38 WIB
Aktivis Hong Kong, Joshua Wong, berfoto dengan politikus Thailand yang dikritik China itu (REUTERS/Shannon Stapleton)
Aktivis Hong Kong, Joshua Wong, berfoto dengan politikus Thailand yang dikritik China itu (REUTERS/Shannon Stapleton)
Bangkok - Kedutaan Besar (Kedubes) China di Bangkok mengecam politikus Thailand karena menunjukkan dukungan pada aktivis-aktivis Hong Kong saat marak unjuk rasa anti-China. Kedubes China menyebut hal ini bisa membahayakan hubungan kedua negara.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (11/10/2019), kecaman dari Kedubes China disampaikan via halaman Facebook resmi pada Kamis (10/10) malam waktu setempat. Kecaman itu disampaikan beberapa hari setelah aktivis prodemokrasi Hong Kong, Joshua Wong, memposting foto dirinya bersama tokoh oposisi Thailand, Thanathorn Juangroongruangkit via media sosial.

"Beberapa politikus Thai menghubungi kelompok yang ingin memisahkan Hong Kong dari China, menunjukkan sikap dukungan," kata Kedubes China untuk Thailand dalam pernyataannya. Pernyataan ini disampaikan dalam bahasa Thai, tanpa menyebut langsung nama individu yang dimaksud.


"Ini salah dan tidak bertanggung jawab. China berharap agar orang-orang terkait akan memahami kebenaran soal masalah di Hong Kong, bertindak hati-hati dan melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi persahabatan antara China dan Thailand," imbuh pernyataan tersebut.

Diketahui bahwa Wong dan Thanathorn bertemu pada 5 Oktober lalu di sebuah acara bernama Open Future Festival di Hong Kong. Keduanya sama-sama hadir sebagai pembicara dalam acara tahunan tersebut.

"Di bawah penindasan otoriter garis keras, kami berdiri dalam solidaritas," tulis Wong dalam postingan Twitter yang melampirkan foto dirinya berdiri di sebalah Thanathorn.



Partai Future Forward yang menaungi Thanathorn menolak berkomentar.

Kritikan serupa disampaikan oleh Panglima Militer Thailand, Jenderal Apirat Kongsompong, meskipun secara tidak langsung. Dalam konferensi pers pada Jumat (11/10) waktu setempat, Jenderal Apirat menuduh politikus oposisi melakukan perilaku tidak pantas.

"Wong datang ke Thailand sudah tak terhitung berapa kali. Untuk bertemu siapa? Pertemuan-pertemuan itu memiliki agenda rahasia. Apakah mereka berkonspirasi, merencanakan sesuatu bersama?" sebut Jenderal Apirat. "Dan dengan insiden di Hong Kong, seseorang pergi, untuk memberikan dukungan moral, untuk memberikan dorongan," imbuhnya.


Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Thailand menolak mengomentari pernyataan Kedubes China. Pihak kementerian menekankan pernyataan yang disampaikan pada September lalu, bahwa pemerintah Thailand menganggap situasi di Hong Kong sebagai urusan dalam negeri China.

(nvc/ita)