detikNews
Selasa 08 Oktober 2019, 13:16 WIB

Istri Diplomat AS Kabur Usai Tabrak Mati Pemuda Inggris, Ini Kata PM Johnson

Novi Christiastuti - detikNews
Istri Diplomat AS Kabur Usai Tabrak Mati Pemuda Inggris, Ini Kata PM Johnson PM Inggris Boris Johnson (REUTERS/Andrew Matthews/Pool)
London - Seorang istri dari diplomat Amerika Serikat (AS) terlibat kecelakaan fatal yang menewaskan seorang pemuda di Inggris, namun dia kabur ke AS karena memiliki kekebalan diplomatik. Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson, pun mendesak otoritas AS untuk segera menyerahkan istri diplomat tersebut.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Selasa (8/10/2019), seorang pemuda Inggris bernama Harry Dunn (19) tewas setelah sepeda motornya bertabrakan dengan sebuah mobil di dekat RAF Croughton, pangkalan udara di Northamptonshire, Inggris bagian tengah, yang digunakan militer AS sebagai pusat komunikasi.

Kecelakaan fatal itu terjadi pada 27 Agustus lalu. Kepolisian setempat menyebut Dunn ditabrak oleh sebuah SUV merek Volvo yang melaju dari arah berlawanan. Kepolisian juga menyatakan bahwa pengemudi SUV tersebut yang merupakan seorang wanita AS berusia 42 tahun, telah ditetapkan sebagai tersangka.


Kepala Kepolisian Northamptonshire, Nick Adderley, menuturkan kepada BBC bahwa para penyidik mengetahui SUV yang bertabrakan dengan Dunn melaju di sisi jalan yang salah, saat kecelakaan terjadi. Disebutkan juga bahwa pengemudi SUV itu awalnya 'terlibat penuh' dalam penyelidikan kepolisian dan menyatakan dirinya tidak berencana meninggalkan Inggris, namun kenyataannya dia pulang ke AS.

Kedutaan Besar (Kedubes) AS di London, pekan lalu, mengonfirmasi bahwa pengemudi mobil yang bertabrakan dengan Dunn adalah seorang istri dari salah satu diplomat AS. Namun identitasnya dirahasiakan.

Media lokal mengidentifikasi nama diplomat AS yang dimaksud adalah Jonathan Sacoolas. Nama wanita AS itu disebut oleh PM Johnson dalam wawancara terbaru dengan televisi setempat. Dia disebut bernama Anne Sacoolas. Dalam wawancara itu, PM Johnson mengharapkan agar wanita AS itu segera kembali ke Inggris. Dia juga meminta pemerintah AS mempertimbangkan kembali kekebalan diplomatik terhadap wanita itu.

"Saya pikir tidak dibenarkan untuk menggunakan proses kekebalan diplomatik untuk jenis tujuan semacam ini," ujar PM Johnson. "Saya harap agar Anne Sacoolas akan kembali dan terlibat dengan pantas dalam proses hukum yang sedang berjalan," ucap PM Johnson dalam pernyataannya.

PM Johnson menambahkan bahwa dirinya siap untuk membawa isu ini kepada Presiden AS Donald Trump. "Jika kita tidak bisa menyelesaikannya, maka tentu saya akan membawa sendiri isu ini secara pribadi ke Gedung Putih," tegasnya.


Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab, secara terpisah menyatakan telah membahas kasus ini dengan Duta Besar AS untuk Inggris, Woody Johnson dan membahasnya dengan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo via telepon pada Senin (7/10) kemarin. "(Raab) Menegaskan kekecewaan atas keputusan AS dan mendorong mereka untuk mempertimbangkan kembali," demikian pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris.

Menanggapi seruan agar kekebalan diplomatik yang dimiliki istri diplomat AS itu dicabut, Kedubes AS di London memberi tanggapan. "Kekebalan diplomatik jarang dicabut. Kedutaan Besar AS telah dan akan terus berkomunikasi secara erat dengan pejabat Inggris terkait," demikian pernyataan mereka.

Ibunda korban, Charlotte Charles, menyerukan agar istri diplomat AS itu kembali ke Inggris untuk menghadapi proses hukum. "Kami tidak paham bagaimana Anda bisa naik pesawat dan pergi meninggalkan kehancuran yang ditimbulkannya, bahkan tanpa bicara kepada kami atau menemui kami, atau meminta maaf dan sebagainya," ucapnya.
(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com