detikNews
2019/09/27 12:40:23 WIB

Boeing dan FAA Salah Menilai Respons Pilot pada Masalah 737 MAX

Novi Christiastuti - detikNews
Halaman 1 dari 3
Boeing dan FAA Salah Menilai Respons Pilot pada Masalah 737 MAX Ilustrasi (Stephen Brashear/Getty Images)
Washington DC - Hasil laporan Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) di Amerika Serikat (AS) menyebut pihak Boeing dan Otoritas Penerbangan Federal (FAA) gagal dalam mempertimbangkan secara realistis, respons pilot saat menghadapi situasi darurat di dalam kokpit pesawat Boeing 737 MAX.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Jumat (27/9/2019), dalam panduan keselamatan yang disusunnya, Boeing dan FAA dianggap telah salah menilai respons pilot saat harus menghadapi masalah di dalam kokpit Boeing 737 MAX. NTSB menyarankan Boeing untuk melakukan perubahan pada sistem peringatan dek penerbangan (kokpit), prosedur dan pelatihan pilot terkait 737 MAX.


Diketahui bahwa NTSB merupakan badan pemerintah AS yang independen dan bertugas menyelidiki kecelakaan transportasi sipil. Laporan NTSB ini dirilis pada Kamis (26/9) waktu setempat, atau sekitar enam bulan setelah Boeing 737 MAX di-grounded secara global usai dua tragedi maut Lion Air JT 610 dan Ethiopian Airlines ET 302 yang menewaskan total 346 orang.

"(Simulator tes pilot) Tidak melihat sama sekali pada potensi peringatan dan indikasi dek penerbangan yang mungkin dihadapi pilot saat kondisi kegagalan spesifik terjadi pada Lion Air dan Ethiopian Airlines," sebut Direktur Kantor Keselamatan Penerbangan pada NTSB, Dana Schulze, pada wartawan. NTSB meminta agar penaksiran ini dilengkapi sebelum grounded terhadap Boeing 737 MAX dicabut.

Ditegaskan NTSB bahwa Boeing harus 'menginformasikan secara lebih jelas dan lebih singkat kepada pilot soal tindakan prioritas tertinggi saat banyak peringatan dan indikasi dek penerbangan muncul'.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com