detikNews
Senin 23 September 2019, 15:38 WIB

Dua Penerbangan di Dubai Terpaksa Dialihkan karena Drone

Novi Christiastuti - detikNews
Dua Penerbangan di Dubai Terpaksa Dialihkan karena Drone Ilustrasi (Thinkstock)
Dubai - Dua penerbangan di Bandara Internasional Dubai, Uni Emirat Arab (UAE), dialihkan karena drone. Gangguan semacam ini merupakan yang kedua kalinya terjadi di bandara tersebut sepanjang tahun ini.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Senin (23/9/2019), aktivitas penerbangan kedatangan mengalami gangguan selama 15 menit pada Minggu (22/9) siang waktu setempat. Dua penerbangan yang akan mendarat di Bandara Internasional Dubai terpaksa dialihkan karena aktivitas drone di sekitar bandara.


Informasi tersebut disampaikan oleh juru bicara otoritas Dubai Airports yang memiliki dan mengelola bandara tersibuk dunia untuk penerbangan internasional itu. Disebutkan bahwa situasi di Bandara Internasional Dubai biasanya tenang saat jam-jam siang hari.

"Dubai Airports bisa mengonfirmasi bahwa penerbangan kedatangan sempat terganggu sebentar di Bandara Internasional Dubai dari pukul 12.36 hingga pukul 12.51 waktu lokal UAE karena aktivitas drone mencurigakan," demikian pernyataan juru bicara Dubai Airports.


"Sebuah pesawat 'drone' terdeteksi di sebuah area sebelah bandara," imbuh Kantor Media Dubai dalam pernyataannya. Ditegaskan otoritas Dubai bahwa drone atau pesawat tak berawak dilarang untuk diterbangkan di dekat bandara setempat.

Laporan media-media lokal menyebut penerbangan yang dialihkan telah mendarat di bandara yang lebih kecil di wilayah Sharjah.

Diketahui bahwa aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Dubai pernah beberapa kali terganggu oleh drone dalam beberapa tahun terakhir. Insiden terbaru terjadi pada Februari lalu, saat aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Dubai terpaksa di-grounded sementara karena keberadaan drone rekreasional.

Gangguan terbaru karena drone di Dubai ini terjadi menyusul serangan drone militer terhadap fasilitas-fasilitas minyak di Arab Saudi, negara tetangga UAE. Serangan drone yang sempat melumpuhkan separuh produksi minyak mentah Saudi itu diklaim oleh pemberontak Houthi di Yaman. Namun otoritas Saudi dan Amerika Serikat, sekutunya, menyalahkan Iran sebagai dalang atas serangan itu.


Pekan lalu, pemberontak Houthi di Yaman yang didukung Iran mengancam akan menggunakan drone militer dalam serangan terhadap wilayah UAE. Ancaman dilontarkan terhadap UAE yang menjadi mitra penting koalisi militer pimpinan Saudi dalam melawan Houthi di Yaman sejak tahun 2015.

Sebelumnya, pemberontak Houthi pernah mengklaim telah menyerang bandara di Dubai dan Abu Dhabi dengan drone, namun otoritas UAE dengan tegas menyangkal adanya serangan semacam itu.


(nvc/ita)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com