detikNews
Selasa 17 September 2019, 12:28 WIB

Kereta Tiba-tiba Tergelincir di Hong Kong, 8 Orang Luka-luka

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kereta Tiba-tiba Tergelincir di Hong Kong, 8 Orang Luka-luka Foto: Reuters
Hong Kong - Sebuah kereta api tiba-tiba tergelincir di Hong Kong hari Selasa (17/9) ini. Insiden ini mengancam terjadinya kekacauan komuter saat jam sibuk di jantung pusat finansial Asia tersebut.

Insiden seperti ini terbilang langka terjadi di jaringan kereta kota tersebut yang biasanya mulus, yang digunakan oleh hampir 6 juta orang setiap hari kerja. Kereta tujuan Mong Kong East tersebut tergelincir saat meninggalkan stasiun kereta di wilayah Kowloon.

Foto-foto dari lokasi kejadian menunjukkan tiga gerbong keluar dari rel kereta dan bergerak zigzag di dekat stasiun Hung Hom di Kowloon -- persimpangan sibuk yang menyediakan layanan transportasi China daratan. Para penumpang harus keluar dari kereta lewat sebuah pintu yang rusak dan menyeberangi rel di jalur East Rail Line untuk mencari tempat aman.


Otoritas setempat menyatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (17/9/2019), sekitar lima ratus penumpang telah dievakuasi dari kereta tersebut. Delapan penumpang dilaporkan mengalami luka-luka dalam insiden ini.


Penyebab tergelincirnya kereta masih dalam penyelidikan. Namun tak ada indikasi adanya unsur kesengajaan setelah serangan-serangan sebelumnya oleh para demonstran pro-demokrasi terhadap sistem transportasi massal kota tersebut.

"Kami tidak akan mengesampingkan setiap kemungkinan namun pada tahap ini kami tidak akan berspekulasi pada dugaan tertentu," kata kepala transportasi Hong Kong Frank Chan kepada para wartawan.


Hong Kong saat ini tengah dilanda aksi-aksi demo menentang RUU ekstradisi yang telah memasuki bulan keempat. Jutaan demonstran telah turun ke jalan-jalan sebagai tantangan terbesar bagi pemerintah China sejak penyerahan Hong Kong dari Inggris ke China pada tahun 1997.

Satu-satunya perusahaan kereta Hong Kong, MTR Corporation telah menjadi target para demonstran sejak perusahaan itu menolak menyerahkan rekaman CCTV yang menunjukkan aparat polisi memukuli para demonstran dan penumpang di atas sebuah kereta bawah tanah. Para demonstran meluapkan kemarahan mereka dengan merusak mesin-mesin tiket dan memecahkan kaca-kaca jendela di sejumlah stasiun.


(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
BERITA TERBARU +