detikNews
Selasa 17 September 2019, 11:52 WIB

Presiden Iran: Houthi Serang Fasilitas Minyak Saudi karena Membela Diri

Rita Uli Hutapea - detikNews
Presiden Iran: Houthi Serang Fasilitas Minyak Saudi karena Membela Diri kepulan asap terlihat dari fasilitas minyak Arab Saudi yang diserang drone (Foto: VIDEOS OBTAINED BY REUTERS/via REUTERS)
Teheran - Presiden Iran Hassan Rouhani angkat bicara mengenai serangan drone (pesawat nirawak) terhadap fasilitas-fasilitas minyak Arab Saudi. Rouhani menyebut serangan itu merupakan aksi pembelaan diri oleh para pemberontak Houthi di Yaman.

"Yaman merupakan target bombardir setiap hari... Rakyat Yaman terpaksa untuk merespons, mereka hanya membela diri mereka," ujar Rouhani dalam konferensi pers di Ankara saat kunjungannya ke Turki seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (17/9/2019).

Diketahui bahwa Arab Saudi dan koalisi negara-negara Teluk telah melancarkan serangan-serangan udara terhadap pemberontak Houthi di Yaman sejak tahun 2015. Banyak warga sipil Yaman tewas akibat serangan udara tersebut.


Serangan drone pada Sabtu (14/9) lalu menargetkan fasilitas minyak di Abqaiq dan Khurais, dua fasilitas utama Aramco yang terletak di wilayah Saudi bagian timur pada Sabtu (14/9) dini hari waktu setempat.


Fasilitas Abqaiq yang berlokasi 60 kilometer sebelah barat daya kantor utama Aramco di Dhahran, merupakan lokasi pabrik pengolahan minyak terbesar milik Saudi Aramco. Sedangkan fasilitas Khurais yang berjarak 250 kilometer dari Dhahran, menjadi lokasi ladang minyak utama Aramco. Houthi telah mengklaim serangan drone tersebut, meski pemerintah AS membantahnya dan menyalahkan Iran atas serangan itu.

Pemerintah Iran juga telah membantah berada di balik serangan drone tersebut. Teheran menyebut bahwa pemerintahan Trump tengah mencari-cari dalih untuk menjustifikasi serangan balasan terhadap negara republik Islam itu.


Bulan lalu, serangan yang diklaim oleh pemberontak Houthi di Yaman, memicu kebakaran di fasilitas pencairan gas alam Shaybah yang juga milik Saudi Aramco. Tidak ada korban jiwa akibat serangan tersebut.

Beberapa bulan terakhir, pemberontak Houthi meningkatkan serangan lintas-perbatasan, baik dengan rudal maupun drone, yang menargetkan pangkalan udara Saudi atau fasilitas lainnya. Serangan semacam ini disebut sebagai pembalasan atas operasi militer pimpinan Saudi di Yaman.
(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com