detikNews
Rabu 11 September 2019, 17:28 WIB

Keluarga Korban Tragedi Ethiopian Airlines Bertemu Menteri Transportasi AS

Novi Christiastuti - detikNews
Keluarga Korban Tragedi Ethiopian Airlines Bertemu Menteri Transportasi AS Paul Njoroge kehilangan istri, tiga anak dan ibu mertua dalam tragedi Ethiopian Airlines (AP Photo/Teresa Crawford, File)
Washington DC - Keluarga dari beberapa korban tragedi jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines ET 302 bertemu dengan Menteri Transportasi Amerika Serikat (AS) Elaine Chao. Pertemuan yang berlangsung selama dua jam ini, juga membahas soal Boeing 737 MAX, jenis pesawat yang jatuh di Ethiopia pada Maret lalu.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (11/9/2019), Paul Njoroge yang kehilangan tiga anaknya, istri dan ibu mertuanya dalam tragedi Ethiopian Airlines, menjadi salah satu keluarga korban yang bertemu Chao di Washington DC. Pertemuan digelar enam bulan setelah tragedi Ethiopian Airlines yang menewaskan 157 orang.


Menurut Njoroge, dalam pertemuan itu Chao meyakinkan dirinya dan keluarga korban lainnya bahwa pesawat Boeing 737 MAX tidak akan mengudara hingga Chao meyakini pesawat itu aman untuk terbang.

"Hidup saya tidak bergerak satu inci pun," ucap Njoroge dalam pertemuan yang digelar di kompleks kantor Departemen Transportasi AS itu.

"Saya tidak tahu bagaimana lagi untuk menjalani kehidupan ini," imbuhnya.


Juru bicara untuk Chao memberikan pernyataan terpisah usai pertemuan tersebut. "Langkah-langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya telah diambil untuk menyelidiki dan memahami insiden ini dan proses sertifikasi untuk pesawat ini (Boeing 737 MAX)," kata juru bicara tersebut.

Diketahui bahwa Kongres AS bersiap untuk memanggil pejabat eksekutif Boeing untuk memberikan penjelasan soal dua tragedi maut -- Lion Air JT 610 pada Oktober 2018 dan Ethiopian Airlines ET 302 pada Maret lalu -- yang melibatkan Boeing 737 MAX. Dua tragedi maut yang menewaskan total 346 orang itu memicu grounded secara global terhadap pesawat Boeing 737 MAX.

Dituturkan seorang ajudan Kongres AS, panel-panel House of Representatives atau DPR dan Senat AS tengah mengkaji untuk menggelar audiensi dengan Boeing pada Oktober mendatang.

Senator AS dari Partai Demokrat, Ed Markey dan Richard Blumenthal, dalam pernyataan gabungan 'mendorong Boeing dengan tegas untuk mematuhi seluruh standar dan syarat ditetapkan oleh regulator internasional, dan kami mengharapkan respons yang terperinci, tepat dan jelas terhadap permintaan informasi sepanjang proses'.


Boeing dalam pernyataan sebelumnya menyebut pihaknya berencana menggelar uji terbang untuk sertifikasi pada September ini dan berharap agar Boeing 737 MAX bisa kembali terbang pada awal kuartal keempat.

Sementara itu, terkait tragedi Ethiopian Airlines, Kepala Kepolisian Ehtiopia pada Senin (9/9) malam waktu setempat, menyatakan proses identifikasi seluruh korban telah selesai dilakukan. Keluarga korban mendengar kabar ini melalui media.

Diketahui bahwa Boeing 737 MAX yang digunakan Ethiopian Airlines menghantam daratan sehingga kebanyakan jasad korban tidak utuh. Proses mengumpulkan dan mengidentifikasi potongan jasad korban sungguh sulit. Keluarga korban mengeluhkan minimnya informasi soal upaya tersebut.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com