detikNews
Senin 09 September 2019, 11:25 WIB

Dukung Demonstran, Ratusan Siswa di Hong Hong Bentuk Rantai Manusia

Novi Christiastuti - detikNews
Dukung Demonstran, Ratusan Siswa di Hong Hong Bentuk Rantai Manusia Ratusan siswa di Hong Kong membentuk rantai manusia untuk mendukung demonstran antipemerintah (REUTERS/Amr Abdallah Dalsh)
Hong Kong - Ratusan siswa sekolah menengah di Hong Kong beramai-ramai membentuk rantai manusia. Aksi ini dilakukan para siswa yang masih berseragam sekolah, sebagai bentuk dukungan untuk demonstran antipemerintah yang kembali beraksi pada akhir pekan.

Seperti dilansir Reuters, Senin (9/9/2019), aksi para siswa ini digelar di depan sekolah masing-masing pada Senin (9/9) waktu setempat. Para siswa berdiri di luar sekolah dan saling bergandengan tangan satu sama lain untuk membentuk rantai manusia.

Aksi ini, menurut para siswa, dimaksudkan untuk memprotes apa yang mereka sebut sebagai kebrutalan polisi terhadap para demonstran antipemerintah.


Diketahui bahwa para demonstran Hong Kong kembali beraksi pada akhir pekan, meskipun rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi, yang sejak awal memicu unjuk rasa besar-besaran, telah dicabut pekan lalu.

Salah satu aksi terbaru yang digelar di distrik Wan Chai berujung bentrokan. Stasiun kereta bawah tanah di kawasan tersebut ditutup sementara pada Minggu (8/9) waktu setempat usai bentrokan pecah

Ribuan demonstran juga beraksi di luar kantor Konsulat Amerika Serikat (AS) untuk meminta bantuan Presiden AS Donald Trump dalam menekan pemerintah China untuk memenuhi tuntutan mereka. Para demonstran membawa poster bertuliskan seruan kepada Trump untuk 'membebaskan' Hong Kong.

Ratusan siswa SMP di Hong Kong membentuk rantai manusia untuk mendukung demonstran antipemerintahRatusan siswa di Hong Kong membentuk rantai manusia untuk mendukung demonstran antipemerintah Foto: REUTERS/Amr Abdallah Dalsh


Pemerintah Hong Kong sebelumnya memperingatkan agar anggota parlemen asing tidak mencampuri urusan internal Hong Kong.

Sementara media nasional China, China Daily, dalam editorialnya pada Senin (9/9) waktu setempat menegaskan bahwa Hong Kong merupakan bagian yang tak terpisahkan dari China. China Daily juga menegaskan bahwa segala bentuk pemisahan diri 'akan dihancurkan'.

Pencabutan RUU ekstradisi tidak memuaskan para demonstran Hong Kong, yang meminta seluruh tuntutan mereka dikabulkan. Tuntutan lainnya dari demonstran Hong Kong antara lain penyelidikan independen terhadap taktik kepolisian dalam bentrokan yang memicu korban luka, menuntut pengampunan untuk demonstran yang ditangkap, menghapus penggunaan istilah 'rusuh' untuk menyebut unjuk rasa dan menggelar pemilu yang sepenuhnya demokratis.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com