detikNews
Kamis 05 September 2019, 17:43 WIB

Kapal Tabrak Karang, Penyelundupan Narkoba Rp 9,5 T Terbongkar

Novi Christiastuti - detikNews
Kapal Tabrak Karang, Penyelundupan Narkoba Rp 9,5 T Terbongkar Ilustrasi (Dok detikcom)
Perth - Praktik penyelundupan narkoba senilai AUS$ 1 miliar (Rp 9,5 triliun) terbongkar setelah kapal yang digunakan dua pelaku menabrak karang di area terpencil dekat pantai barat Australia. Kedua pelaku ditangkap polisi setelah dilaporkan nelayan lokal.

Seperti dilansir AFP, Kamis (5/9/2019), dua pelaku yang berasal dari Prancis dan Inggris menjadi terdampar setelah kapal mereka menabrak karang. Keduanya terdampar di area Kepulauan Albrolhos yang ada di lokasi terpencil di wilayah Australia Barat pada Senin (2/9) waktu setempat.

Kapal atau yacht sepanjang 15 meter dan bernama 'Zero' yang digunakan kedua pelaku secara tak sengaja menabrak karang di lautan. Kepolisian setempat mengidentifikasi kedua pelaku sebagai Antoine Dicenta (51) dan Graham Palmer (34).


Disebutkan kepolisian setempat bahwa kedua pelaku menurunkan muatan narkoba seberat 1 ton itu dari yacht ke sebuah perahu kecil dan membawanya ke pulau terdekat. Muatan narkoba itu diyakini terdiri atas ekstasi dan kokain.

Sejumlah nelayan lokal melapor kepada pihak berwenang setelah menemukan yacht yang menabrak karang itu. Pencarian via udara dan lautan pun dilakukan otoritas setempat, yang berujung temuan kedua pelaku pada Selasa (3/9 malam waktu setempat.

Kedua pelaku ditemukan bersama 40 tas yang semuanya berisi narkoba. Dituturkan Komisioner Kepolisian Australia Barat, Chris Dawson, kedua pelaku sempat melakukan 'upaya yang sangat buruk' untuk menutupi tas-tas berisi narkoba itu dengan rumput laut sebelum mereka ditangkap.

"Ketika orang-orang itu diamati, mereka berupaya menyembunyikan narkoba itu dan diri mereka sendiri," tutur Dawson kepada wartawan setempat.

Dawson menambahkan bahwa pemeriksaan forensik masih berlangsung untuk menentukan kuantitas dan jenis narkoba yang disita dari kedua pelaku. Namun nilai pasaran dari narkoba seberat 1 ton itu ditaksir mencapai hingga AUS$ 1 miliar atau setara Rp 9,5 triliun.

Kini Kepolisian Australia tengah bekerja sama dengan lembaga-lembaga internasional untuk mencari tahu dari mana asal narkoba tersebut. "Fakta bahwa kita mendapati pria-pria asal Eropa di pengadilan kita mungkin memberi sedikit petunjuk soal asalnya (narkoba)," ujar Dawson.

Kedua pelaku telah dihadirkan dalam persidangan pada Kamis (5/9) waktu setempat dan dijerat dakwaan mengimpor narkoba dengan kuantitas komersial. Keduanya akan tetap ditahan hingga persidangan selanjutnya pada 20 September mendatang.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com