detikNews
2019/09/04 12:35:38 WIB

Aktivis Hong Kong Serukan Taiwan Bantu Perjuangan Demokrasi

Novi Christiastuti - detikNews
Halaman 1 dari 2
Aktivis Hong Kong Serukan Taiwan Bantu Perjuangan Demokrasi Aktivis pro-demokrasi Hong Kong (kiri ke kanan): Lesyer Shum, Eddie Chu dan Joshua Wong (REUTERS/Joan Huang)
Taipei - Para aktivis Hong Kong menyerukan Taiwan untuk membantu perjuangan demokrasi yang tengah dilakukan demonstran Hong Kong. Mereka juga menyerukan digelarnya unjuk rasa besar-besaran sebelum perayaan 70 tahun berdirinya Republik Rakyat China pada 1 Oktober mendatang.

Ratusan ribu warga Hong Kong turun ke jalanan sejak pertengahan Juni lalu, dalam aksi protes yang terkadang berujung bentrokan, untuk mengecam apa yang dirasakan sebagai campur tangan pemerintah pusat China. Otoritas China telah membantah tuduhan campur tangan itu.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (4/9/2019), Hong Kong yang bekas koloni Inggris, dikembalikan kepada pemerintahan China pada tahun 1997 lalu, di bawah formula 'satu negara, dua sistem' yang menjamin kebebasan bagi seluruh warga Hong Kong.


China mengusulkan formula yang sama untuk Taiwan, yang hingga kini dianggap sebagai provinsi yang memisahkan diri dan sukar dikendalikan. Kebanyakan warga Taiwan memantau secara saksama apa yang terjadi di Hong Kong dan menjadi semakin khawatir atas agenda 'reunifikasi' dari China.

"Saya harap orang-orang bisa saling bertukar pikiran bersama-sama soal bagaimana caranya memenangkan perang melawan teror putih dan kepemimpinan otoriter Beijing," sebut Lester Shum, salah satu pemimpin mahasiswa saat gerakan 'Umbrella' di Hong Kong sekitar 5 tahun lalu.

Hal itu disampaikan Shum kepada wartawan dalam konferensi pers di Taipei, Taiwan, pada Selasa (3/9) waktu setempat. Gerakan 'Umbrella' yang berlangsung nonstop selama 79 hari di Hong Kong tahun 2014 lalu telah membayangi aksi protes beberapa waktu terakhir. Istilah 'teror putih' atau 'white terror' merujuk pada aksi anonim yang memicu iklim ketakutan di tengah masyarakat.

"Teman-teman di Taiwan bukan pengamat untuk gerakan di Hong Kong. Warga Taiwan adalah partisipan. China pasti ingin mengambil alih Taiwan setelah mereka mengambil alih Hong Kong," ucap Shum dalam pernyataannya.


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com