detikNews
Sabtu 31 Agustus 2019, 03:56 WIB

Honduras Akui Yerusalem Ibu Kota Israel, Palestina akan Protes ke PBB

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Honduras Akui Yerusalem Ibu Kota Israel, Palestina akan Protes ke PBB Yerusalem (Foto: Dok. Getty Images)
Yerusamel - Pejabat Palestina merespons sikap Honduras yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan membuka kantor diplomatik di wilayah itu. Palestina berencana melayangkan protes melalui PBB terkait keputusan kontroversial yang diambil Honduras.

Kementerian Luar Negeri Palestina menyebut keputusan itu sebagai 'agresi langsung' terhadap rakyat Palestina dan 'pelanggaran terang-terangan terhadap hukum dan legitimasi internasional'.



"Honduras telah bersekutu dengan negara-negara jahat yang mengabaikan hukum internasional dan dengan sengaja merusak pendiriannya," kata Hanan Ashrawi, anggota komite eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina, seperti dilansir Aljazeera, Jumat (30/8/2019).

Ashrawi mengatakan pemerintahan Palestina akan mengevaluasi hubungan dengan Honduras. Dia juga meminta hukum internasional diterapkan dalam masalah ini.

"Status Yerusalem sebagai kota yang diduduki didukung oleh sebagian besar negara, sejalan dengan kewajiban hukum dan moral mereka untuk menegakkan hukum internasional," kata Ashrawi.

Selain itu Palestina juga mengecam sikap Nauru. Negara kecil di Pasifik itu baru-baru ini juga mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

"Nauru juga melanggar kewajibannya di bawah hukum internasional dan Piagam PBB serta harus bertanggung jawab atas pelanggaran ini," kata Ashrawi.

Nauru, yang tidak memiliki ibu kota resmi dihuni 13.000 penduduk. Negara itu memberikan surat kepada perwakilan Israel di PBB pada 16 Agustus dan menyatakan 'kehormatan' dalam mengambil keputusan tersebut.



Diberitakan sebelumnya, Presiden Honduras Juan Orlando Hernandez akan melakukan perjalanan ke Israel pada Jumat (30/8) untuk meresmikan 'kantor diplomatik' di Yerusalem. Hal itu merupakan bagian dari pengakuan Honduras atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Dilansir dari AFP, Rabu (28/8) Kantor diplomatik di kota yang disengketakan itu akan menjadi perpanjangan dari kedutaan Honduras yang berbasis di Tel Aviv.


(abw/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com