detikNews
Kamis 29 Agustus 2019, 19:46 WIB

Arkeolog Temukan 250 Kerangka Anak-anak yang Dikorbankan di Peru

Novi Christiastuti - detikNews
Arkeolog Temukan 250 Kerangka Anak-anak yang Dikorbankan di Peru Para arkeolog menyebut anak-anak ini dikorbankan massal dalam upaya mengakhiri bencana alam (Programa Arqueologico/AFP/Getty Images via CNN)
Lima - Para arkeolog di Peru menemukan kerangka 250 anak yang dikorbankan pada era peradaban Chimu pra-Kolombia. Anak-anak itu dibunuh saat dikorbankan secara massal untuk dewa Chimu pada abad ke-13 hingga abad ke-15 silam.

Menurut sebuah video dari kantor berita Peru, Andina, seperti dilansir CNN, Kamis (29/8/2019), kerangka-kerangka anak-anak yang ditemukan para arkeolog itu diperkirakan berusia 4-12 tahun saat dibunuh. Ditemukan juga sekitar 40 kerangka prajurit yang juga dikorbankan kepada dewa Chimu.

Diketahui bahwa peradaban Chimu tinggal di wilayah Peru bagian utara sebelum mereka dikalahkan oleh Kerajaan Inca. Mereka membangun Chan Chan, kota terbesar pada era pra-Kolombia di Amerika Selatan.

Para arkeolog menyebut anak-anak dikorbankan kepada dewa-dewa Chimu dalam upaya mengakhiri bencana alam yang berkaitan dengan fenomena El Nino.


Laporan kantor berita Andina menyebut empat aktivitas pengorbanan massal yang dilakukan antara tahun 1200 hingga tahun 1450 silam. Tiga pengorbanan massal melibatkan anak-anak dan satu lainnya melibatkan binatang.

Temuan kerangka ratusan anak ini merupakan temuan ketiga di Pampa La Cruz, area arkeologi di Huanchacho-La Libertad yang merupakan tujuan wisata di pantai utara Lima.

"Ini merupakan lokasi terbesar di mana kerangka anak-anak yang dikorbankan, ditemukan," sebut kepala tim arkeolog, Feren Castillo, kepada AFP.

Disebutkan Castillo bahwa ada lebih banyak kerangka yang belum ditemukan. "Itu sungguh tidak terkendali, hal ini dengan anak-anak. Di mana saja Anda menggali, selalu saja ada," imbuhnya.


Para arkeolog menemukan pertanda bahwa anak-anak ini dibunuh saat musim penghujan -- yang merupakan salah satu dampak El Nino -- dan dikubur menghadap ke lautan. Beberapa kerangka anak-anak ini masih memiliki gigi dan rambut saat ditemukan.


(nvc/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com