detikNews
Kamis 29 Agustus 2019, 18:37 WIB

Pesawat Militer AS Terbang di Atas Selat Taiwan, Bisa Bikin China Marah

Novi Christiastuti - detikNews
Pesawat Militer AS Terbang di Atas Selat Taiwan, Bisa Bikin China Marah Ilustrasi -- Jet tempur F-16 yang telah disepakati akan dijual AS kepada Taiwan (AP Photo/Aijaz Rahi, File)
Taipei - Sebuah pesawat militer milik Amerika Serikat (AS) terbang di atas wilayah perairan Selat Taiwan. Otoritas Taiwan menyebut aktivitas ini sebagai hal biasa, namun diketahui aktivitas semacam ini berpotensi memicu kemarahan pemerintah China.

Seperti dilansir AFP, Kamis (29/8/2019), aktivitas yang melibatkan pesawat militer AS ini terjadi beberapa hari setelah salah satu kapal militer milik Angkatan Laut AS berlayar melewati perairan yang sama. Juga setelah berita soal kesepakatan penjualan senjata antara AS dan Taiwan mencuat.

Kementerian Pertahanan Taiwan dalam pernyataannya menyebut pesawat pengangkut militer itu mengudara di sisi selatan pada 'garis median' Selat Taiwan. Yang dimaksud garis median adalah garis perbatasan maritim yang secara tradisional membagi wilayah Taiwan dan China daratan.

"Tidak ada yang tidak biasa," sebut Kementerian Pertahanan Taiwan dalam pernyataannya.


Terlepas dari itu, aktivitas pesawat militer AS ini kemungkinan besar akan memicu kemarahan China.

Diketahui bahwa China selalu menganggap setiap aktivitas melintasi atau mengudara di perairan antara Taiwan dan wilayahnya, sebagai pelanggaran kedaulatan. Sementara itu, AS dan beberapa negara lainnya menganggap rute itu sebagai wilayah internasional.

Pekan lalu, menurut data Kementerian Pertahanan Taiwan, kapal militer milik Angkatan Laut AS untuk ketujuh kalinya melintasi perairan Selat Taiwan. Tidak hanya AS, negara-negara Barat lain seperti Prancis dan Kanada juga mengerahkan kapal-kapal perang ke perairan Selat Taiwan sejak awal tahun ini.

Media nasional China, Global Times, dalam tanggapan atas insiden pekan lalu tersebut, menghina AS sedang 'mencari perhatian' dengan memposting foto aktivitasnya di Selat Taiwan ke media sosial.


Bulan lalu, otoritas China mempublikasikan sebuah kertas putih pertahanan yang isinya menekankan kesediaan untuk menggunakan aksi kekerasan dalam menangkal setiap aksi yang bertujuan mewujudkan kemerdekaan Taiwan. China juga menuduh AS membahayakan stabilitas global.

China dan Taiwan berpisah sejak perang sipil tahun 1949, namun hingga kini China masih menganggap Taiwan sebagai bagian wilayahnya.

Beberapa waktu terakhir, AS dan Taiwan mencapai kesepakatan penjualan 66 jet tempur F-16 senilai US$ 8 miliar. Kesepakatan ini menuai kecaman dari China yang mengancam akan memberlakukan sanksi tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat penjualan jet tempur itu.


(nvc/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com