detikNews
Selasa 27 Agustus 2019, 11:09 WIB

Partai Islam Malaysia Sarankan Zakir Naik Berhati-hati dalam Bicara

Novi Christiastuti - detikNews
Partai Islam Malaysia Sarankan Zakir Naik Berhati-hati dalam Bicara Zakir Naik (dok. detikcom/Grandyos Zafna)
FOKUS BERITA: Kontroversi Zakir Naik
Kuala Lumpur - Presiden Partai Islam se-Malaysia (PAS), Abdul Hadi Awang, menyatakan pihaknya telah menyarankan ulama kontroversial asal India, Zakir Naik, untuk lebih berhati-hati saat bicara soal isu-isu nasional. Hal ini disampaikan Abdul Hadi menanggapi kritikan terhadap PAS yang dianggap melunak terhadap Zakir Naik yang memicu polemik.

Seperti dilansir media lokal Malaysia, Malay Mail, Selasa (27/8/2019), Abdul Hadi menyatakan bahwa komentar itu dimaksudkan untuk menanggapi ketidakpuasan yang disampaikan oleh partai Kongres India Malaysia (MIC) tentang cara PAS menangani kontroversi yang menyelimuti Zakir Naik.

"Kami telah menyarankan Zakir Naik untuk berhati-hati soal isu-isu politik di negara ini karena dia adalah seorang pendakwah yang harus memisahkan berdakwah dan tanggung jawab politik," ujar Abdul Hadi dalam konferensi pers.


Media lokal Malaysia lainnya, Malaysiakini, melaporkan bahwa Presiden MIC, SA Vigneswaran menyatakan bahwa pemimpin PAS harus menyarankan pendakwah kelahiran Mumbai itu untuk menghormati beragam ras yang ada di Malaysia, bukannya 'mendorongnya untuk membuat situasi lebih buruk'.

Dalam komentar terbarunya, Abdul Hadi menyebut polemik yang menyelimuti Zakir Naik telah 'dipolitisasi' oleh Partai Tindakan Demokratik (DAP) -- salah satu anggota koalisi pemerintahan Pakatan Harapan dan menegaskan bahwa Zakir Naik tidak bersalah.

"Zakir Naik perlu fokus dalam berdakwah secara akademis, bukan bermain politik," tegasnya.


Abdul Hadi menjelaskan bahwa PAS yang merupakan partai oposisi ini hanya memainkan perannya dalam menanggapi kritikan yang dilontarkan terhadap Zakir Naik karena isu ini telah dipolitisasi.

"Ketika isunya mencuat, biarkan kami (PAS) menanganinya karena sebuah partai politik memainkan isunya, bukan dia (Zakir Naik-red). Dia hanya menjawab atas namanya. Berdakwah harus melibatkan perbandingan agama secara akademis," ucapnya.

Zakir Naik sempat memancing kemarahan publik Malaysia dengan komentar kontroversialnya soal warga etnis China dan warga minoritas Hindu yang disampaikan dalam sebuah dialog keagamaan di Kelantan. Zakir Naik saat itu mempertanyakan loyalitas warga Hindu di Malaysia. Dia juga menyebut warga etnis China di Malaysia sebagai 'tamu lama' yang harus pulang ke negara asal mereka terlebih dulu, saat mengomentari seruan deportasi yang menghujaninya.


Atas komentar itu, Zakir Naik diselidiki atas dugaan melanggar Pasal 504 UU Pidana Malaysia, yang mengatur soal tindak penghinaan secara sengaja dengan niat memprovokasi untuk merusak perdamaian. Penyelidikan itu dilakukan setelah polisi menerima 515 laporan soal komentar Zakir Naik yang dianggap menghasut.

Zakir Naik telah meminta maaf atas kesalahpahaman yang ditimbulkan oleh komentar-komentarnya, namun dia tetap menegaskan komentarnya telah dikutip secara keliru dan diambil keluar konteks, serta direkayasa pihak-pihak tertentu. Pekan lalu, otoritas Malaysia melarang Zakir Naik menyampaikan pidato dan ceramah, juga melarangnya berbicara di semua platform termasuk media sosial, hingga penyelidikan kepolisian atas dirinya selesai.

Dalam pernyataan terbaru, Inspektur Jenderal Kepolisian Malaysia Abdul Hamid Bador menyatakan penyelidikan terhadap Zakir Naik hampir selesai.



Ulama Zakir Naik Minta Maaf atas Pernyataan Memicu Polemik:

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/ita)


FOKUS BERITA: Kontroversi Zakir Naik
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com