detikNews
2019/08/23 21:05:31 WIB

Round-Up

Zakir Naik Dikejar India, Dilindungi Malaysia

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 3
Zakir Naik Dikejar India, Dilindungi Malaysia Zakir Naik (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Kuala Lumpur - Pemerintah Malaysia memutuskan tak mendeportasi ulama kontroversial, Zakir Naik. Sikap ini disampaikan Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad meski Zakir Naik baru saja memicu polemik di negerinya.

Seperti dilansir New Straits Times dan Free Malaysia Today, Jumat (23/8/2019), PM Mahathir menegaskan sikap pemerintahannya masih sama dengan sebelumnya, yakni tidak akan mendeportasi Zakir Naik ke India, negara asalnya.

"Untuk saat ini, tidak ada perubahan (pada sikap saya)," ucap PM Mahathir saat ditanya apakah dirinya masih berpegang pada sikapnya untuk tidak memulangkan Zakir Naik ke India.


Mahathir menyampaikan hal itu setelah menghadiri pertemuan dengan para pegawai negeri sipil di Malaysia pada Kamis (22/8) waktu setempat.

Sebelumnya, Mahathir sempat berang dengan komentar Zakir Naik soal warga Hindu dan etnis China di Malaysia. Mahathir menyatakan pemerintahannya akan mencabut status permanent resident yang dipegang Zakir Naik, jika pendakwah kelahiran Mumbai itu terbukti telah melakukan hal-hal yang merusak kesejahteraan Malaysia.

Saat itu Zakir Naik mempertanyakan loyalitas warga Hindu di Malaysia. Dia juga menyebut warga etnis China di Malaysia sebagai 'tamu lama' yang harus pulang ke negara asal mereka terlebih dulu, saat mengomentari seruan deportasi dirinya.

Saat itu Zakir Naik sedang bicara soal bagaimana Islam menyebar secara damai di Malaysia melalui para pedagang, saat tiba-tiba dia membahas soal warga etnis China.


"Kemudian, lebih banyak orang datang dan Malaysia menjadi Muslim sepenuhnya. Kemudian Anda mendapati warga China datang, warga India datang, warga Inggris datang. Mereka adalah tamu baru kita," ucap Zakir Naik dalam acara tersebut.

PM Malaysia, Mahathir MohamadPM Malaysia, Mahathir Mohamad (Foto: dok. Reuters)

"Anda tahu seseorang menyebut saya tamu. Jadi saya katakan, sebelum saya, warga China adalah tamu. Mereka tidak lahir di sini. Jika Anda ingin tamu baru untuk pergi, maka minta tamu lama untuk pulang lebih dulu. Warga China tidak lahir di sini, kebanyakan dari mereka. Mungkin generasi barunya, iya," sebut Zakir Naik.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com