detikNews
2019/08/22 21:04:22 WIB

Round-Up

Giliran India Mengusik Zakir Naik

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Giliran India Mengusik Zakir Naik Zakir Naik (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Kuala Lumpur - Setelah Malaysia kini India. Ulama kontroversial Zakir Naik menghadapi 'serangan' bertubi-tubi.

Bermula dari dugaan penghinaan rasis yang dilakukan Zakir Naik ketika berbicara dalam dialog keagamaan 'Executive Talk bersama Dr Zakir Naik' di Kota Baru, Kelantan pada 8 Agustus lalu. Zakir Naik yang berstatus permanent resident di Malaysia ini kemudian diperiksa polisi Malaysia pada Jumat (16/8) lalu.

Zakir Naik tengah diselidiki polisi atas dugaan melanggar pasal 504 UU Pidana Malaysia, yang mengatur soal tindak penghinaan secara sengaja dengan niat untuk memprovokasi demi merusak perdamaian. Penyelidikan difokuskan pada pernyataan kontroversial Zakir Naik.

Saat itu Zakir Naik sedang bicara soal bagaimana Islam menyebar secara damai di Malaysia melalui para pedagang, saat tiba-tiba dia membahas soal warga etnis China.




"Kemudian, lebih banyak orang datang dan Malaysia menjadi Muslim sepenuhnya. Kemudian Anda mendapati warga China datang, warga India datang, warga Inggris datang. Mereka adalah tamu baru kita," ucap Zakir Naik dalam acara tersebut.

"Anda tahu seseorang menyebut saya tamu. Jadi saya katakan, sebelum saya, warga China adalah tamu. Mereka tidak lahir di sini. Jika Anda ingin tamu baru untuk pergi, maka minta tamu lama untuk pulang lebih dulu. Warga China tidak lahir di sini, kebanyakan dari mereka. Mungkin generasi barunya, iya," sebut Zakir Naik.

"Jika Anda ingin tamu untuk pulang, dan tamu-tamu itu membawa perdamaian bagi masyarakat, mereka menjadi keuntungan bagi keluarga," ujarnya sebelum sedikit bergumam dan kemudian kembali ke topik pembahasan.

Polisi Malaysia langsung mengambil tindakan tegas. Apa itu?

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com