detikNews
Rabu 21 Agustus 2019, 12:02 WIB

Ulama Zakir Naik Dilarang Bicara di Semua Platform Termasuk Medsos

Novi Christiastuti - detikNews
Ulama Zakir Naik Dilarang Bicara di Semua Platform Termasuk Medsos Zakir Naik (dok. detikcom/Grandyos Zafna)
FOKUS BERITA: Kontroversi Zakir Naik
Kuala Lumpur - Ulama kontroversial asal India, Zakir Naik, untuk sementara dilarang untuk berbicara di seluruh platform, termasuk media sosial. Larangan ini diungkapkan oleh Kepala Kepolisian Diraja Malaysia, Inspektur Jenderal Polisi Abdul Hamid Bador.

Seperti dilansir media lokal Malaysia, Malay Mail, Rabu (21/8/2019), Abdul Hamid menuturkan kepada kepada kantor berita Bernama bahwa larangan bicara di seluruh platform termasuk media sosial (medsos) itu akan diberlakukan hingga penyelidikan terhadap pendakwah kelahiran Mumbai ini selesai dilakukan.

"Sebuah arahan telah dirilis oleh polisi di mana Zakir dilarang untuk menyampaikan pidato-pidato lebih lanjut setelah peristiwa di Kelantan baru-baru ini, yang bertujuan untuk memberikan waktu kepada kami untuk menyelesaikan penyelidikan terkait laporan yang diajukan terkait peristiwa itu," ujar Abdul Hamid.

"Dengan arahan ini, seluruh kepala kepolisian negara bagian bertanggung jawab untuk menyarankan setiap pihak yang berencana mengundang Zakir untuk menyampaikan kuliah umum, untuk tidak melakukan demikian," imbuhnya.


Laporan sebelumnya menyebut bahwa Zakir Naik dilarang menyampaikan ceramah di seluruh wilayah Malaysia, dengan pertimbangan alasan keamanan.

Sebuah surat edaran kepolisian yang bocor ke media menyebut bahwa kepala kepolisian di seluruh negara bagian Malaysia diminta untuk tidak mengizinkan setiap acara yang menghadirkan Zakir Naik. Isi surat edaran ini dikonfirmasi oleh Kepala Komunikasi Korporasi pada Kepolisian Diraja Malaysia, Asisten Komisioner Senior Asmawati Ahmad.

Dalam pernyataan kepada Bernama, Abdul Hamid menyebut bahwa pernyataan Zakir Naik dalam sebuah dialog keagamaan di Kelantan telah memicu kegelisahan dan kebingungan publik. Menurutnya, polisi membutuhkan waktu untuk menyelidiki hingga ke dasar kasus ini.

"Kita akan mendapatkan fakta-fakta soal apa yang sebenarnya terjadi," tegasnya.


Ditambahkan Abdul Hamid bahwa arahan ini hanya bersifat sementara dan dirilis oleh kepolisian untuk menjaga perdamaian dalam masyarakat. "Ini merupakan arahan yang adil untuk menjaga situasi tetap tenang, ini hanya sementara, dan jika hal-hal masih kacau, arahan ini akan tetap berlaku," ucapnya.

"Sudah jelas bahwa kita tidak ingin ceramah keagamaan ini, forum keagamaan ini untuk menyertakan isu-isu politik. Sungguh tidak pantas bagi ceramah keagamaan menyertakan isu-isu politik, baik lokal maupun internasional," imbuh Abdul Hamid.

Diketahui bahwa Zakir Naik tengah diselidiki polisi atas dugaan melanggar pasal 504 UU Pidana Malaysia, yang mengatur soal tindak penghinaan secara sengaja dengan niat untuk memprovokasi demi merusak perdamaian. Penyelidikan difokuskan pada pernyataan kontroversial Zakir Naik soal warga etnis China dan warga minoritas Hindu yang disampaikan dalam sebuah dialog keagamaan di Kelantan, Malaysia, beberapa waktu lalu.

Terkait penyelidikan itu, Zakir Naik telah dua kali diperiksa Kepolisian Malaysia, yakni pada 16 Agustus dan 19 Agustus.



Ulama Zakir Naik Minta Maaf atas Pernyataan Memicu Polemik:

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/ita)
FOKUS BERITA: Kontroversi Zakir Naik
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com