detikNews
Rabu 21 Agustus 2019, 11:46 WIB

Anwar Ibrahim: Zakir Naik Harusnya Tidak Menyinggung Isu Rasial

Rita Uli Hutapea - detikNews
Anwar Ibrahim: Zakir Naik Harusnya Tidak Menyinggung Isu Rasial Zakir Naik (Foto: Grandyos Zafna)
FOKUS BERITA: Kontroversi Zakir Naik
Kuala Lumpur - Politikus terkemuka Malaysia, Anwar Ibrahim menyesalkan ceramah ulama Zakir Naik yang menyinggung tentang warga Hindu dan China di Malaysia. Anwar menyebut tindakan Zakir tidak pantas meski niatnya untuk berkhotbah.

"Saya tidak setuju dengan Zakir Naik soal masalah ini. Saya tahu dia berkhotbah dan ada banyak hal baik dalam khotbahnya, namun dia seharusnya tidak menyinggung soal isu-isu rasial di negeri ini," ujar Anwar seperti dilansir kantor berita resmi Malaysia, Bernama, Rabu (21/8/2019).

Anwar menyampaikan hal tersebut saat ditanya wartawan mengenai sikapnya terkait kontroversi yang melibatkan Zakir. Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) tersebut mengatakan, ulama kontroversial asal India itu harusnya berterima kasih pada pemerintah Malaysia karena masih mengizinkannya tinggal di negara tersebut.


"Pemerintah sebelumnya memberikan dia status permanent resident dan ketika Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad juga setuju untuk mengizinkan dia tinggal di sini, dia seharusnya berterima kasih," tutur Anwar.

Mengenai sikap PKR terhadap Zakir, Anwar mengatakan masalah itu akan diputuskan secara resmi pada hari ini, Rabu (21/8).

Zakir Naik saat ini tengah diselidiki polisi atas dugaan melanggar pasal 504 UU Pidana Malaysia, yang mengatur soal tindak penghinaan secara sengaja dengan niat untuk memprovokasi demi merusak perdamaian. Penyelidikan difokuskan pada pernyataan kontroversial Zakir Naik soal warga etnis China dan warga minoritas Hindu yang disampaikan dalam sebuah dialog keagamaan di Kelantan, Malaysia, beberapa waktu lalu.


Pada Selasa (20/8) waktu setempat, Zakir Naik menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Dalam pernyataannya itu, Zakir meminta maaf atas 'kesalahpahaman' yang dipicu oleh komentar-komentarnya di Malaysia. Dia menyebut komentar-komentarnya telah 'diambil keluar konteks dan ditambahi rekayasa aneh' oleh pihak yang disebutnya sebagai 'para pencela-pencelanya'.

Zakir telah diburu otoritas India sejak tahun 2016 atas kasus pencucian uang dan menghasut ekstremisme lewat ujaran kebencian. Ulama kontroversial itu telah mendapat status permanent resident di Malaysia sejak tahun 2015.



Ulama Zakir Naik Minta Maaf atas Pernyataan Memicu Polemik:

[Gambas:Video 20detik]


(ita/ita)
FOKUS BERITA: Kontroversi Zakir Naik
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com