detikNews
Rabu 21 Agustus 2019, 02:58 WIB

Giuseppe Conte Mengundurkan Diri dari Jabatan PM Italia

Audrey Santoso - detikNews
Giuseppe Conte Mengundurkan Diri dari Jabatan PM Italia Foto: REUTERS/Yara Nardi
Jakarta - Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte, mengumumkan pengunduran dirinya. Di saat bersamaan, Conte juga melayangkan kritik tajam kepada Menteri Dalam Negeri Italia, Matteo Salvini.

Conte menyebut Matteo melangkahi koalisi yang berkuasa dan membahayakan ekonomi negara demi keuntungan pribadi dan politiknya.

"(Salvini) telah menunjukkan bahwa dia mengikuti kepentingannya sendiri dan kepentingan partainya. Keputusannya menimbulkan risiko serius bagi negara ini," kata Conte di hadapan para senat di gedung Parlemen, Roma, Italia, seperti dilansir Reuters, Selasa (20/8/2019).


Menurut Conte, sikap Salvini yang menyatakan koalisi tidak dapat dilaksanakan 12 hari yang lalu dan menyerukan pemilihan cepat sebagai sebuah kecerobohan. Conte menyebut Salvini membawa Italia pada ketidakpastian politik serta ekonomi.

"Bertanggung jawab untuk mengarahkan negara ke dalam spiral ketidakpastian politik dan ketidakstabilan keuangan," ucap Conte.

Conte yang tidak berasal dari dua partai koalisi mengatakan akan menyerahkan pengunduran dirinya nanti. Hal ini dilakukan sembari menunggu presiden melakukan konsultasi dengan pihak-pihak untuk kemungkinan membuat koalisi baru.

Jika gagal, Presiden Italia, Sergio Mattarella, harus membubarkan parlemen, 2 tahun lebih cepat dari jadwal agar pemilihan bisa digelar pada awal musim gugur. Diketahui, Conte baru menjabat selama 14 bulan.


Italia belum pernah mengadakan pemilihan di musim gugur sejak Perang Dunia II. Sebab bulan-bulan di akhir tahun biasanya digunakan untuk menyusun anggaran--momen penting bagi Italia yang menjadi negara dengan utang terbesar di dunia.

Salvini sendiri mengatakan siap untuk menjaga koalisi tetap hidup untuk menyetujui anggaran 2020. Namun dia juga siap bila ada reformasi parlemen bila pemilihan digelar lebih awal.

"Apakah Anda ingin memotong jumlah anggota parlemen dan kemudian memilih? Kami siap untuk itu. Jika Anda kemudian ingin memberikan anggaran yang berani, maka kami siap untuk itu juga," kata Salvini.

Namun, skenario seperti itu sulit dibayangkan mengingat saling tuding terbang antara dua mitra koalisi.

Sementara itu, Presiden Mattarella cenderung mendorong keputusan cepat oleh 5-Star dan PD tentang apakah mereka dapat bekerja sama. Jika gagal, ia mungkin akan membubarkan parlemen dan memberikan suara pada akhir Oktober atau awal November.
(aud/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com