detikNews
Senin 19 Agustus 2019, 19:16 WIB

AS Klaim Gagalkan 3 Rencana Penembakan Massal, Tangkap 3 Pemuda

Novi Christiastuti - detikNews
AS Klaim Gagalkan 3 Rencana Penembakan Massal, Tangkap 3 Pemuda Brandon Wagshol (Norwalk Police Department via CNN)
Connecticut - Tiga rencana penembakan massal berhasil digagalkan oleh otoritas Amerika Serikat (AS). Sedikitnya tiga pria yang merencanakan aksi keji itu telah ditangkap di tiga negara bagian berbeda.

Seperti dilansir CNN, Senin (19/8/2019), otoritas AS menyebut ketiga rencana penembakan massal ini berhasil digagalkan berkat informasi dari masyarakat setempat.

Di Connecticut, seorang pemuda bernama Brandon Wagshol (22) ditangkap setelah ketahuan menyampaikan niatnya untuk melakukan penembakan via Facebook. Keterangan dari Biro Investigasi Federal (FBI) dan Kepolisian Norwalk menyatakan Wagshol dijerat empat dakwaan terkait kepemilikan magasin berkapasitas besar secara ilegal. Dia ditahan dengan uang jaminan ditetapkan sebesar US$ 250 ribu dan akan mulai disidang pada 6 September mendatang.


Otoritas setempat mendapatkan informasi bahwa Wagshol berupaya membeli magasin untuk senapan berkapasitas besar dari negara bagian lain. Saat FBI dan Kepolisian Norwalk menyelidiki informasi dari masyarakat, mereka mendapati bahwa Wagshol sedang berupaya merakit sendiri senapannya. Wagshol juga diketahui mengunggah postingan via Facebook yang isinya membahas soal niatnya melakukan sebuah penembakan massal.

Penggerebekan langsung dilakukan terhadap rumah Wagshol dan hasilnya ditemukan sejumlah senjata, termasuk sebuah pistol tangan, sebuah senapan, sebuah teropong senapan dengan laser, dan banyak amunisi juga pelindung tubuh serta perlengkapan taktis lainnya.

Tristan Scott WixTristan Scott Wix Foto: Volusia County Sheriff via CNN

Di Daytona Beach, Florida, seorang pemuda bernama Tristan Scott Wix (25) ditangkap di area parkir sebuah supermarket pada Jumat (16/8) lalu. Pemuda itu ditangkap setelah mengirimkan pesan kepada mantan kekasihnya yang salah satu isinya mengancam akan melakukan penembakan massal.

Si mantan kekasih melaporkan Wix ke polisi dengan menunjukkan pesan-pesan itu. Kantor Sheriff Volusia County dalam pernyataannya menyebut bahwa dalam salah satu pesan itu, Wix menyatakan ingin melepas tembakan terhadap kerumunan orang banyak.

"100 Pembunuhan yang baik akan menyenangkan," demikian bunyi salah pesan yang dikirimkan Wix ke mantan kekasihnya. Menurut kantor Sheriff Volusia County, Wix bahkan mengakui dirinya sudah memikirkan lokasi penembakan.


Dalam pesannya, Wix juga menyebut dirinya ingin mati dan 'bersenang-senang saat melakukannya'. Sherif Volusioa County, Michael Chitwood, menuturkan kepada CNN bahwa pihaknya menyita sebuah senapan berburu kaliber .22 dan 400 butir peluru di apartemen Wix, yang sebelumnya mengaku tidak punya senjata api.

James Patrick ReardonJames Patrick Reardon Foto: Mahoning County Sheriff Office via CNN

Penangkapan terakhir terjadi di Ohio, dengan seorang pemuda bernama James Patrick Reardon (20) ditangkap karena mengancam akan melakukan penembakan di pusat komunitas Yahudi Youngstown. Penggeledahan terhadap rumah Reardon berujung temuan sejumlah besar senjata api beserta amunisinya.

Reardon kini ditahan di penjara Mahoning County dan akan mulai sidang pada Senin (19/8) waktu setempat. Dia dijerat satu dakwaan pelecehan telekomunikasi dan satu dakwaan melontarkan ancaman.


(nvc/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com