detikNews
Senin 19 Agustus 2019, 11:27 WIB

Tentaranya Bentrok di Kompleks Masjid Al-Aqsa, Israel Diprotes Yordania

Novi Christiastuti - detikNews
Tentaranya Bentrok di Kompleks Masjid Al-Aqsa, Israel Diprotes Yordania Bentrokan di kompleks Masjid Al-Aqsa, pekan lalu (AP Photo/Mahmoud Illean)
Amman - Otoritas Yordania memanggil Duta Besar (Dubes) Israel untuk menyampaikan protes terhadap 'pelanggaran' yang dilakukan Israel terhadap kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem yang sensitif. Pemanggilan ini terkait bentrokan antara tentara Israel dengan jemaah Palestina saat Idul Adha, pekan lalu.

Seperti dilansir AFP, Senin (19/8/2019), Kementerian Luar Negeri Yordania menyatakan pihaknya memanggil Dubes Israel, Amir Weissbrod, untuk menyuarakan 'kecaman dan penolakan terhadap pelanggaran yang dilakukan Israel' di tempat yang sangat sensitif itu.

Diketahui bahwa pekan lalu, saat perayaan Idul Adha, tentara keamanan Israel terlibat bentrokan dengan para jemaah Palestina di kompleks Masjid Al-Aqsa. Yordania, satu-satunya negara Arab selain Mesir yang memiliki perjanjian damai dengan Israel, bertugas mengawasi situs suci Islam di Yerusalem itu.

Protes diplomatik dari Yordania untuk Israel ini disampaikan beberapa hari setelah Menteri Keamanan Publik Israel, Gilad Erdan, menuturkan kepada radio lokal bahwa Israel harus mengupayakan agar warga Yahudi diizinkan berdoa di dalam situs suci itu. Namun Erdan menambahkan bahwa perubahan harus diupayakan melalui 'kesepakatan politik dan bukan dengan kekerasan'.


Masjid Al-Aqsa merupakan situs tersuci ketiga dalam Islam dan menjadi simbol nasional Palestina. Kompleks Haram al-Sharif yang menjadi lokasi Masjid Al-Aqsa, juga disucikan oleh warga Yahudi yang menyebutnya sebagai Temple Mount dan diyakini menjadi lokasi dua kuil Yahudi pada era-Alkitab.

Diketahui bahwa selama ini warga Yahudi hanya diizinkan mengunjungi kompleks suci itu, namun dilarang berdoa di sana. Larangan itu dikecam oleh kelompok nasionalis Israel, termasuk anggota koalisi pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Yordania menyatakan 'kecaman keras dari Kerajaan (Yordania)' untuk komentar Erdan tersebut. "Menuntut Israel untuk segera menghentikan pelanggaran dan seluruh upaya untuk mengubah status quo historis maupun legal (atas situs suci itu)," tegas Kementerian Luar Negeri Yordania dalam pernyataannya.

Pada 11 Agustus lalu, Kepolisian Israel dan jemaah Palestina bentrok di kompleks Masjid Al-Aqsa saat umat muslim sedunia sedang merayakan Idul Adha. Perayaan itu bersamaan dengan peringatan Tisha B'av yang ditetapkan sebagai hari libur nasional sehingga banyak warga Yahudi yang mengunjungi situs suci itu.


Untuk meredakan ketegangan, Kepolisian Israel awalnya melarang warga Yahudi untuk masuk, namun para jemaah Palestina mencurigai warga Yahudi akan tetap diizinkan masuk. Para jemaah pun menggelar aksi protes yang berujung bentrokan.

Setelah situasi relatif tenang dan usai muncul kritikan dari para politikus sayap jauh Israel, polisi Israel kembali membuka akses untuk warga Yahudi, yang akhirnya kembali memicu bentrokan. Diketahui bahwa akses para jemaah muslim ke kompleks Masjid Al-Aqsa juga diatur oleh otoritas keamanan Israel.




Tonton juga video Senyum Tentara Israel & Hancurnya Rumah Warga Palestina:

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com