detikNews
Sabtu 17 Agustus 2019, 18:19 WIB

Bayi Ikan Duyung di Thailand Mati dengan Usus Penuh Sampah Plastik

Novi Christiastuti - detikNews
Bayi Ikan Duyung di Thailand Mati dengan Usus Penuh Sampah Plastik Foto bayi ikan duyung 'Marium' pada Mei 2019 saat dia diselamatkan usai terdampar di pantai Thailand (Sirachai Arunrugstichai via AP, File)
Bangkok - Sungguh tragis! Bayi ikan duyung yang diselamatkan di Thailand usai tersesat ke kawasan pantai setempat, dilaporkan mati karena banyaknya sampah plastik di dalam sistem pencernaannya. Bayi duyung ini juga diperkirakan terlalu syok setelah diserang ikan duyung dewasa yang sebelumnya membuatnya tersesat ke pantai.

Seperti dilansir Reuters dan Associated Press, Sabtu (17/8/2019), bayi ikan duyung ini dipanggil 'Marium' oleh warga lokal Thailand, yang berarti 'nyonya lautan'.

Bayi ikan duyung berusia 8 bulan ini ada di bawah perawatan otoritas Thailand sejak ditemukan terdampar di kawasan pantai di Provinsi Krabi pada April lalu. Bayi ikan duyung betina ini diberi minum susu dan makan rumput laut, sebelum dilepaskan kembali ke lautan beberapa kali. Namun setiap kali dikembalikan ke lautan, bayi ikan duyung ini selalu kembali ke pantai dengan membawa luka-luka baru.


Pekan lalu, Marium ditemukan sakit dan enggan makan. Salah satu dokter hewan yang menangani bayi ikan duyung ini, Nantarika Chansue, menyatakan kondisi itu membuat Marium kehilangan banyak berat badan.

Dalam pernyataan terpisah, Direktur Jenderal Departemen Sumber Daya Laut dan Pantai, Jatuporn Buruspat, menyebut Marium ditemukan dengan luka memar yang diduga dipicu karena dia dikejar dan diserang duyung jantan saat musim kawin. Marium dibawa ke daratan untuk dirawat di laut buatan di Pulau Libong, Provinsi Krabi.

"Kami menduga dia menjelajah terlalu jauh dari habitat alaminya dan dikejar, dan pada akhirnya diserang oleh seekor duyung jantan, atau oleh beberapa ekor duyung, karena mereka merasa tertarik dengannya," sebut Jatuporn dalam pernyataannya.

Foto bayi ikan duyung 'Marium' pada Mei 2019 saat dia diselamatkan usai terdampar di pantai ThailandFoto bayi ikan duyung 'Marium' pada Mei 2019 saat dia diselamatkan usai terdampar di pantai Thailand Foto: Sirachai Arunrugstichai via AP, File

Sangat disayangkan, nyawa Marium tidak bisa diselamatkan. Pekan ini, Departemen Sumber Daya Laut dan Pantai via akun Facebooknya mengumumkan bayi duyung ini telah mati. Autopsi terhadap bangkai Marium yang dilakukan tim yang beranggotakan 10 dokter hewan, berujung temuan banyak sampah plastik di dalam usus bayi duyung itu. "Dia pasti mengira plastik-plastik ini bisa dimakan," ucap Jatuporn.

Kesimpulan yang diambil sekitar lima jam setelah autopsi menyatakan sampah plastik itu berkontribusi pada kematian Marium. Sampah-sampah plastik itu dinyatakan telah memicu radang perut dan infeksi darah.

"Banyak potongan kecil plastik yang menyumbat ususnya dan menyebabkan peradangan, yang memicu infeksi darah dan radang paru-paru," tulis Natarika, salah satu dokter hewan yang menangani Marium, dalam postingan Facebook-nya.


"Semua orang sedih dengan kehilangan ini, tapi ini menekankan bahwa kita perlu menyelamatkan lingkungan untuk menyelamatkan hewan laut langka ini," imbuhnya.

Duyung masuk dalam daftar 19 hewan liar yang dilindungi di bawah aturan hukum Thailand, yang melarang hewan-hewan itu diburu atau diperjualbelikan.


(nvc/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com