detikNews
Sabtu 17 Agustus 2019, 17:48 WIB

Pemerintahan Trump Ajukan Proposal Jual Jet Tempur F-16 ke Taiwan

Novi Christiastuti - detikNews
Pemerintahan Trump Ajukan Proposal Jual Jet Tempur F-16 ke Taiwan Ilustrasi -- jet tempur F-16 (AP Photo/Aijaz Rahi, File)
Washington DC - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengajukan proposal untuk menjual puluhan jet tempur canggih F-16 senilai US$ 8 miliar (Rp 112 triliun) kepada Taiwan. Langkah ini sangat berpotensi memancing kemarahan China, yang menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.

Seperti dilansir AFP dan Associated Press, Sabtu (17/8/2019), keputusan pemerintahan Trump untuk mengajukan proposal ini berarti menyetujui permintaan Taiwan yang ingin membeli sedikitnya 66 jet tempur F-16 -- yang diajukan awal tahun ini -- untuk memperkuat armada militernya.

Dituturkan dua pejabat AS dan satu ajudan Kongres AS yang enggan disebut namanya bahwa pemerintahan Trump telah secara informal memberitahu para anggota parlemen AS soal rencana penjualan jet tempur F-16 itu pada Kamis (15/8) malam waktu setempat.

Pemberitahuan informal semacam ini berarti memulai periode konsultasi dengan Kongres AS. Pengumuman resmi soal rencana penjualan F-16 ini akan disampaikan paling cepat bulan depan, kecuali anggota parlemen AS menolak.


Penjualan F-16 kepada Taiwan sangatlah kontroversial karena China dengan tegas menentang segala bentuk penjualan senjata kepada Taiwan. China dan Taiwan berpisah sejak perang sipil tahun 1949, namun China masih menganggap Taiwan sebagai bagian wilayahnya dan terus meningkatkan ancaman terhadap Taiwan, termasuk menyatakan akan menggunakan kekerasan jika diperlukan.

Pemberitahuan informal ini disampaikan saat perundingan perdagangan antara AS-China tengah menemui jalan buntu dan saat maraknya unjuk rasa besar-besaran di Hong Kong yang dikhawatirkan banyak pihak akan memancing reaksi militer dari China.

Departemen Luar Negeri AS, yang pada akhirnya akan mengesahkan penjualan itu, menolak untuk berkomentar. Namun sejumlah anggota Kongres AS, baik dari Partai Republik maupun Partai Demokrat, menyambut baik proposal ini.

Ketua Komisi Urusan Luar Negeri pada House of Representatives (HOR) atau setara DPR AS, Eliot Engel dari Partai Demokrat dan anggota senior komisi tersebut, Michael McCaul dari Partai Republik, menegaskan dalam pernyataan gabungan bahwa penjualan itu 'mengirimkan pesan kuat soal komitmen AS bagi keamanan dan demokrasi di kawasan Indo-Pasifik'.

"Akan membantu menangkal China karena mereka mengancam mitra strategis kita, Taiwan dan sistem pemerintahannya yang demokratis," imbuh pernyataan gabungan keduanya.


Senator Florida, Marco Rubio dari Partai Republik, menyebut keputusan pemerintahan Trump untuk mengajukan proposal penjualan F-16 ke Taiwan itu sebagai 'langkah penting dalam mendukung upaya pertahanan diri Taiwan'. Rubio secara spesifik menyebut Taiwan ingin membeli 66 jet tempur F-16 dari AS.

"Mengingat pemerintah China dan Partai Komunis berniat memperluas jangkauan otoriternya ke wilayah tersebut, menjadi kritis agar Amerika Serikat terus meningkatkan kemitraan strategis dengan mitra demokratis Taiwan melalui dukungan reguler dan konsisten," tegas Rubio yang juga anggota Komisi Urusan Luar Negeri Senat AS ini.

Taiwan sendiri telah memiliki armada F-16 namun versi lama yang dibeli tahun 1992 lalu. Produsen F-16, Lockheed Martin, menyatakan bahwa model terbaru yang bernama F-16 Block 70/72 memiliki banyak sistem avionik, persenjataan dan teknologi canggih yang belum ada di model sebelumnya. Secara struktur, F-16 versi baru diklaim jauh lebih kuat dan diklaim bisa terbang dan bertempur 'hingga tahun 2070 dan seterusnya'.

Nantinya, proposal penjualan F-16 ini akan dikaji oleh Departemen Luar Negeri AS dan Departemen Pertahanan AS atau Pentagon, kemudian harus disetujui oleh Komisi Hubungan Luar Negeri pada Senat dan HOR sebelum diserahkan ke Departemen Luar Negeri untuk persetujuan akhir.

"Saya mendorong Komisi Urusan Luar Negeri Senat dan Komisi Urusan Luar Negeri HOR untuk dengan cepat meloloskan penjualan senjata yang kritis ini," cetus Rubio.


(nvc/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com