detikNews
Jumat 16 Agustus 2019, 13:34 WIB

Zakir Naik Didorong Minta Maaf ke Publik Malaysia, Tak Perlu Dideportasi

Novi Christiastuti - detikNews
Zakir Naik Didorong Minta Maaf ke Publik Malaysia, Tak Perlu Dideportasi Zakir Naik (dok. detikcom/Grandyos Zafna)
FOKUS BERITA: Kontroversi Zakir Naik
Kuala Lumpur - Komentar soal polemik deportasi Zakir Naik terus bermunculan. Salah satunya dari seorang politikus Malaysia dari Partai Keadilan Rakyat (PKR) yang mendorong Zakir Naik untuk meminta maaf atas komentarnya yang dinilai rasis dan menyinggung agama lain.

Namun, seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Jumat (16/8/2019), politikus bernama Dr Afif Bahardin yang menjabat salah satu ketua wilayah PKR ini, juga mendorong warga Malaysia untuk tetap menerima ulama kontroversial asal India itu. PKR yang diketuai oleh Anwar Ibrahim diketahui tergabung dalam koalisi pemerintahan Pakatan Harapan yang dipimpin Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad.

Lebih lanjut, Afif Bahardin menyebut komentar Zakir Naik memang menyakitkan dan telah menodai keselarasan yang selama ini terjaga dalam masyarakat Malaysia.

"Apa yang dia (Zakir Naik-red) katakan melanggar batasan sopan santun dan etika dari seorang pria yang saat ini mencari perlindungan di negara kita," ucap Afif Bahardin dalam pernyataannya.

"Saya mendorongnya untuk segera meminta maaf kepada warga Malaysia dan menghentikan aktivitas yang bisa mengundang polemik dan merusak keselarasan dalam masyarakat Malaysia," imbuh Afif Bahardin yang juga anggota parlemen wilayah Seberang Jaya, Penang ini.


"Tuntutan ini diperlukan untuk meredakan tekanan dan ketidakpuasan di kalangan kebanyakan warga Malaysia yang terluka oleh komentar-komentarnya," tegasnya.

Disebutkan Afif Bahardin, bahwa sebagai cendekiawan dan orang beragama, Zakir Naik seharusnya menyadari bahwa penyebaran agama seharusnya menjadi platform bagi perdamaian dan ketertiban, bukan sarana untuk menciptakan kebencian dan kekacauan.

"Sebagai seorang 'tamu' di negara ini, dia (Zakir Naik-red) seharusnya menunjukkan rasa hormat dan penuh pemahaman soal etika berperilaku dalam dalam masyarakat multi-ras," sebutnya.

Terlepas dari itu, Afif Bahardin yang juga menjabat Ketua Komisi Pertanian dan Agro-Industri Penang ini menyatakan dirinya setuju untuk tidak mendeportasi Zakir Naik ke India. "Posisi yang diambil oleh Perdana Menteri Tun Dr Mahathir Mohamad dan pemerintahannya untuk menolak mengekstradisi Zakir ke India, seharusnya diterima oleh setiap warga Malaysia," cetus Afif Bahardin.

"Selama tidak ada jaminan keamanan dan persidangan yang adil untuknya dari pemerintah India, itu tentu menjadi keputusan sulit yang harus kita ambil. Jalan tengah yang diambil oleh Perdana Menteri menjadi pendekatan terbaik saat ini," tandasnya.


Seruan deportasi terhadap Zakir Naik mencuat di Malaysia setelah komentar kontroversialnya soal minoritas Hindu dan etnis China dalam dialog keagamaan di Kelantan. Zakir Naik menyebut komentar-komentar itu diputarbalikkan demi keuntungan politik.

Zakir Naik yang berkewarganegaraan India ini diketahui sudah tiga tahun terakhir tinggal di Malaysia dengan statusnya sebagai permanent resident. PM Mahathir dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Malaysia, Bernama, beberapa waktu lalu menyebut Zakir Naik tidak bisa dipulangkan ke India karena 'kekhawatiran akan dibunuh' di sana. "Jika negara manapun ingin menampungnya, mereka dipersilakan," ucap PM Mahathir.



Wawancara Eksklusif Bersama Zakir Naik:

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/ita)
FOKUS BERITA: Kontroversi Zakir Naik
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com