detikNews
Jumat 16 Agustus 2019, 12:52 WIB

Politikus Malaysia: Hanya Musuh Islam yang Ingin Zakir Naik Dideportasi

Novi Christiastuti - detikNews
Politikus Malaysia: Hanya Musuh Islam yang Ingin Zakir Naik Dideportasi Zakir Naik (dok. detikcom/Grandyos Zafna)
FOKUS BERITA: Kontroversi Zakir Naik
Kuala Lumpur - Polemik soal deportasi ulama kontroversial asal India, Zakir Naik, semakin ramai di Malaysia. Seorang politikus dari Partai Islam Se-Malaysia (PAS) menyebut hanya musuh-musuh Islam yang ingin Zakir Naik dideportasi ke India.

Seruan deportasi terhadap Zakir Naik mencuat di Malaysia setelah komentar kontroversialnya soal minoritas Hindu dan etnis China dalam dialog keagamaan di Kelantan. Beberapa menteri federal dari Partai Tindakan Demokratik (DAP) dan Partai Keadilan Rakyat (PKR), yang tergabung koalisi pemerintahan, mendorong Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad, untuk memulangkan Zakir Naik ke India, di mana ulama itu diburu atas dakwaan ujaran kebencian dan pencucian uang.

Banyak pihak menyebut Zakir Naik berpotensi merusak perdamaian dan keselarasan multi-ras dan multi-budaya yang telah sejak lama menjadi ciri khas Malaysia. Mereka menyerukan agar status permanent resident yang disandang Zakir Naik dicabut dan dia dideportasi ke India.


Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star, Jumat (16/8/2019), dukungan untuk Zakir Naik datang dari PAS, yang merupakan salah satu partai oposisi pemerintahan. Nik Mohamad Abduh Nik Abdul Aziz yang menjabat Ketua Dewan Pemuda PAS melontarkan komentar bernada keras untuk para pengkritik Zakir Naik.

"Tidak ada warga muslim yang setuju agar Zakir Naik diusir dari negara ini kecuali dia seorang munafik dan seorang pendosa," tegas Nik Mohamad Abduh dalam pernyataan via Facebook.

"Warga non-muslim yang berupaya mengusir Zakir keluar dari negara ini, akan melakukan demikian jika mereka adalah musuh-musuh Islam. Mereka yang mendukung musuh-musuh Islam adalah antek-antek," imbuhnya.

Nik Mohamad Abduh yang juga anggota parlemen untuk wilayah Bachok di Kelantan ini, juga menyebut bahwa salah bagi warga muslim membiarkan Zakir Naik dijadikan korban, karena ulama kelahiran Mumbai, India itu adalah seorang muslim dan setiap muslim saling terkait satu sama lain.


Dalam pernyataan terpisah, Presiden PAS, Abdul Hadi Awang, memperingatkan para pengkritik Zakir Naik untuk tidak melanggar batas yang menyangkut persaudaraan muslim. Dia menyebut persaudaraan muslim melampaui asal kewarganegaraan. Abdul Hadi juga bersumpah bahwa 'lebih dari 1 juta' anggota PAS tidak akan membiarkan Zakir Naik disakiti. Dia menyebut bahwa menjadi kewajiban warga muslim untuk membela agama dan para ulama yang terancam.

Abdul Hadi bahkan melabeli isu ini sebagai 'lampu merah' yang tidak seharusnya dilanggar oleh setiap warga muslim yang waras di Malaysia.

"Percaya pada kami bahwa ini bukan semata-mata urusan personal perdana menteri, karena lebih dari 1 juta anggota PAS tidak akan membiarkan Zakir Naik sendirian dan percaya pada kami bahwa warga muslim dari berbagai partai dan kelompok bersama kami," ucap Abdul Hadi yang juga anggota parlemen wilayah Marang, seperti dilansir Malay Mail.

"Jangan melanggar lampu merah, karena hak persaudaraan muslim melebihi kewarganegaraan dan melintasi perbatasan negara dan bangsa. Ini fakta, bukan penghasutan," tegasnya.



Wawancara Eksklusif Bersama Zakir Naik:

[Gambas:Video 20detik]


(nvc/ita)
FOKUS BERITA: Kontroversi Zakir Naik
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com