detikNews
2019/08/16 06:07:33 WIB

Round-Up

Kontroversi Zakir Naik di Malaysia hingga Akhirnya Diminta Pergi

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Kontroversi Zakir Naik di Malaysia hingga Akhirnya Diminta Pergi Foto: Zakir Naik (Grandyos Zafna)
Kuala Lumpur - Ulama kontroversial asal India, Zakir Naik ramai jadi perbincangan hangat di Malaysia. Oleh sejumlah menteri dan politikus Malaysia, Zakir didesak untuk keluar dari negeri jiran itu. Berikut ini rangkaian kontroversi Zakir yang membuatnya diserukan agar diusir dari Malaysia.

Mulanya Zakir Naik merupakan seorang penceramah yang cukup terkenal di India sejak tahun 1991. Tadinya, Zakir berprofesi sebagai dokter. Dia kerap berceramah tentang kebenaran ajaran Islam dan gugurnya teori evolusi Darwin. Berkat ceramahnya itu, dia dikenal sebagai penceramah ahli perbandingan agama di dunia.

Namun, pada 2010 Zakir mulai menuai kontroversi karena sering mendiskreditkan etnis dan agama lain lewat ceramahnya. Sebagaimana dikutip dari The Times of India, pemerintah India resmi mencabut paspor Zakir Naik pada 20 Juli 2017. Pencabutan paspor dilakukan usai Zakir diselidiki otoritas India atas dugaan terorisme ini. Dugaan ini menguat, usai ceramah-ceramah Zakir Naik beredar dan berisi menghasut kaum muda untuk melakukan aksi teror.


Zakir Naik meninggalkan India sejak 13 Mei 2016 karena diusir. India juga telah mengajukan permohonan Red Notice kepada Interpol untuk Zakir Naik. Selama di luar negeri, Zakir Naik diketahui kerap bepergian antara Arab Saudi, Malaysia dan beberapa negara lainnya. Hingga akhirnya Zakir bermukim di Malaysia.

Otoritas Malaysia pun memastikan pada tahun 2017, Zakir Naik memiliki status permanent residence (PR) di Malaysia. Status ini didapat Zakir Naik sejak 2012. Namun kala itu Zakir Naik tidak hanya tinggal di Malaysia saja.

Ribut-ribut dengan Media Massa

Seperti dilansir Malay Mail, Kamis (12/7/2018), Zakir mengaku kecewa dengan pemberitaan beberapa media lokal Malaysia. Dia menyebut pemberitaan yang mengaitkan dirinya dengan aktivitas-aktivitas terkait teror dan menudingnya menyampaikan pidato kebencian, telah menodai citranya.

"Beberapa bagian media menyerang saya untuk hal yang disebut 'penghasutan teror', dan akan menjadi naif untuk tidak berasumsi bahwa hal ini dilakukan dengan tujuan lebih luas untuk memberi kesan jahat pada Islam dan umat muslim," katanya.

"Mereka tidak mampu untuk menemukan bukti melawan saya, sehingga mengerahkan sejumlah video klip yang direkayasa, kutipan-kutipan di luar konteks dan skema tidak jujur untuk menuding saya atas terorisme, pidato kebencian dan bahkan pencucian uang," imbuh Zakir Naik.


Saat itu Zakir menegaskan, bahwa tidak ada satupun pidatonya yang ditentang warga non-muslim di India, hingga tahun 2012 saat kelompok yang disebutnya 'fanatik agama' berupaya mencoreng citranya. Zakir Naik bersikeras tidak pernah menyerukan teror dengan menggunakan ajaran Islam selama 25 tahun memberi ceramah.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com