detikNews
Jumat 16 Agustus 2019, 05:00 WIB

Partai PAS Malaysia Peringatkan Pengkritik Zakir Naik Agar Tak Kelewat Batas

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Partai PAS Malaysia Peringatkan Pengkritik Zakir Naik Agar Tak Kelewat Batas Zakir Naik (Foto: Hasan Alhabshy)
FOKUS BERITA: Kontroversi Zakir Naik
Kuala Lumpur - Presiden PAS, Abdul Hadi Awang memperingatkan para pengkritik Zakir Naik untuk tidak melanggar batas yang menyangkut persaudaraan muslim. PAS atau Partai Islam se-Malaysia menyebut persaudaraan muslim melampaui kewarganegaraan.

"Mereka harusnya mengetahui bahwa kewajiban umat Islam adalah mempertahankan agama dan melindungi pemuka agama mereka," kata Hadi seperti dilansir Malaysia Kini, Kamis (16/8/2019).


"Jangan melanggar lampu merah, karena hak persaudaraan Muslim tak terbatas kewarganegaraan, dan melampaui batas negara dan ras. Ini adalah fakta, bukan hasutan," kata Hadi saat membela Zakir Naik dari pihak yang ingin mendeportasinya dari Malaysia.

Ini terjadi setelah Zakir Naik, ulama yang menyandang status permanent resident atau penduduk tetap Malaysia itu dikecam karena mengatakan orang-orang Hindu Malaysia mendukung pemerintah India lebih dari Perdana Menteri Malaysia, Mahatir Mohamad.

Selain itu, Zakir Naik juga membuat beberapa pernyataan bahwa orang Malaysia keturunan China adalah 'tamu'. Sementara itu, Zakir Naik menegaskan bahwa pernyataannya tersebut salah dikutip.

Hadi mengatakan lebih dari satu juta anggota PAS akan melindungi Zakir Naik dan menyuarakan dukungan untuk sikap Perdana Menteri Dr Mahathir Mohamad tentang Zakir Naik.


Mahathir sejauh ini menolak untuk mendeportasi Zakir meskipun ada permintaan ekstradisi. Dia mengungkapkan kekhawatiran tentang apakah ulama India akan menerima pengadilan yang adil di negara asalnya.

Namun, perdana menteri mengatakan bahwa Malaysia akan terbuka jika ada negara lain ingin menerima Zakir. Dilaporkan pada Mei 2017 bahwa Arab Saudi memberikan kewarganegaraan kepada sang ulama.

Anggota kabinet telah membahas masalah Zakir Naik di Malaysia dengan Mahathir dan mereka meminta agar status penduduk tetap itu dicabut.




Tonton video Wawancara Eksklusif Bersama Zakir Naik:

[Gambas:Video 20detik]


(lir/gbr)
FOKUS BERITA: Kontroversi Zakir Naik
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com