detikNews
Minggu 11 Agustus 2019, 09:56 WIB

Epstein Predator Anak Tewas Gantung Diri, Trump Lempar Teori Konspirasi

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Epstein Predator Anak Tewas Gantung Diri, Trump Lempar Teori Konspirasi Foto: Donald Trump saat bersama Epstein (Dok. Instagram)
New York - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump me-retwet teori konspirasi soal kematian terdakwa predator anak Jeffrey Epstein. Teori konspirasi itu mengaitkan kematian Epstein dengan Presiden Bill Clinton.

Trump me-retweet teori konspirasi yang ditweetkan oleh komedian, Terrence K. Williams pada Minggu (11/8/2019). Dalam tweet tersebut, Terrence menyebut Epstein punya informasi tentang Bill Clinton. Terrence juga memasang foto Bill Clinton, Epstein dan video singkatnya.

"Meninggal karena SUICIDE pada 24/7 SUICIDE WATCH? Ya benar! Bagaimana itu bisa terjadi? #JefferyEpstein memiliki informasi tentang Bill Clinton & sekarang dia sudah mati. Saya melihat tren #TrumpBodyCount tetapi kami tahu siapa yang melakukan ini! RT jika Anda tidak Terkejut #EpsteinSuicide #ClintonBodyCount #ClintonCrimeFamily," bunyi tweet Terrence yang diretweet oleh Trump.

Dilihat oleh detikcom pada Minggu (11/8) pukul 09.41 WIB, tweet tersebut telah diretweet lebih dari 38 ribu kali. Usai meretweet postingan tersebut, beberapa jam kemudian Trump lantas men-tweet soal betapa indahnya membongkar keburukan media berita palsu. Menurutnya, media berita palsu adalah bisnis paling korup dan menjijikan.

"Pikirkan betapa indahnya bisa melawan dan menunjukkan, kepada begitu banyak orang, betapa tidak jujurnya Media Berita Palsu itu. Ini mungkin bisnis yang paling korup dan menjijikkan (hampir) ada! BUAT AMERIKA LAGI!," tweet Trump beberapa jam kemudian.

Sebelumnya, dilansir dari AFP, Epstein meninggal Sabtu (10/8) pukul 06.30 waktu setempat. Berdasarkan sejumlah sumber anonim, Epstein tewas gantung diri. FBI segera melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab bunuh diri tersebut. Epstein sendiri diketahui pernah dekat dengan Donald Trump. Meskipun, pada akhirnya Trump enggan dikaitkan dengan Epstein.

Jaksa Agung AS Bill Barr mengaku terkejut atas kematian Epstein. Dia meminta Departemen Kehakiman ikut menyelidiki kematian tersebut.

"Kematian Epstein menimbulkan pertanyaan serius yang harus dijawab," kata Barr, Minggu (11/8/2019).

Pertanyaan besar itu mengemuka lantaran persidangan dengan Epstein sebagai terdakwa tak bisa lagi digelar. Di sisi lain, muncul pertanyaan dari sejumlah anggota kongres, mengenai bagaimana bisa seorang tahanan dalam kasus yang begitu menimbulkan sorotan, melakukan bunuh diri.

Media-media di AS menyebut Epstein meninggal karena gantung diri. Bulan lalu, Jaksa Federal di New York telah mengajukan dakwaan pidana baru menuduh Epstein telah mengoperasikan jaringan perdagangan seks dan melakukan pelecehan seksual puluhan anak di bawah umur.

"Kumpulan foto-foto cabul perempuan dan gadis yang tampak masih sangat muda disita dari rumah Epstein di Manhattan," ujar Jaksa penuntut dalam dakwaan yang diajukan ke pengadilan.

Pria berusia 66 tahun ini mengaku tidak bersalah atas tuduhan tersebut di pengadilan federal Manhattan pada Senin (8/7) sore waktu setempat. Kasus ini mendapat sorotan publik AS, terlebih karena Epstein berteman baik dengan Trump dan mantan Presiden Bill Clinton.
(rdp/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com