detikNews
Jumat 09 Agustus 2019, 23:10 WIB

Longsor di Myanmar, 13 Orang Tewas

Haris Fadhil - detikNews
Longsor di Myanmar, 13 Orang Tewas Lokasi longsor di Myanmar (Foto: AFP)
Yangon - Tanah longsor yang dipicu hujan deras terjadi di Myanmar. Akibatnya, ada 13 orang tewas.

Dilansir dari AFP, Jumat (9/8/2019), selain longsor, hujan itu juga menyebabkan banjir yang membuat puluhan ribu orang mengungsi.

Banjir lumpur disebut melanda 16 rumah dan sebuah biara pada Jumat pagi di desa Thae Pyar Kone di negara bagian Mon. Administrator distrik Myo Min Tun mengatakan ada 13 orang yang tewas dan 27 orang yang dibawa ke rumah sakit karena terluka.

"Tiga belas orang sejauh ini ditemukan tewas dan 27 dibawa ke rumah sakit di Mawlamyine (ibukota negara bagian Mon)," katanya.



Tim darurat akan melanjutkan operasi pencarian dan penyelamatan hingga Jumat malam untuk mencari lebih banyak korban yang diduga masih belum ditemukan. Myo Min Tun juga mengatakan petugas berusaha membuka jalan raya utama dari Yangon ke Mawlamyine yang terkubur di bawah puing setinggi 1,8 meter.

Hujan deras disebut telah menyebabkan sungai meluap di seluruh negeri sementara masyarakat pesisir telah diperingatkan akan menghadapi gelombang pasang yang tinggi. Gambar udara AFP menunjukkan bagaimana kota Shwegyin di wilayah Bago timur telah berubah menjadi danau yang luas setelah sungai Sittaung meluap.

Hanya atap-atap beberapa bangunan yang bisa dilihat ketika penduduk mengambil semua yang mereka bisa sebelum melarikan diri dengan perahu penyelamat. Para pejabat mengatakan setidaknya 30.000 orang, terutama di wilayah Bago dan negara bagian Mon dan Karen, mencari perlindungan dari banjir, banyak di biara-biara.



Kantor PBB untuk Urusan Kemanusiaan yang Terkoordinasi (OCHA) memperkirakan sekitar 89.000 orang telah terlantar dalam beberapa pekan terakhir, meskipun banyak yang sejak itu dapat kembali ke rumah. Vietnam juga mengalami banjir besar minggu ini dengan sedikitnya delapan orang tewas di dataran tinggi tengah negara itu.

Tim penyelamat menggunakan zipline untuk membawa lusinan korban ke tempat aman di provinsi Lam Dong.
(haf/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com