detikNews
Jumat 09 Agustus 2019, 16:23 WIB

China Serukan Diplomat AS Berhenti Campuri Urusan Hong Kong

Novi Christiastuti - detikNews
China Serukan Diplomat AS Berhenti Campuri Urusan Hong Kong Ilustrasi -- Unjuk rasa di Hong Kong yang berujung bentroka (Jeff Cheng/HK01 via AP)
Beijing - Pemerintah China menyerukan kepada diplomat-diplomat Amerika Serikat (AS) untuk 'berhenti mencampuri' urusan kota Hong Kong. Seruan ini disampaikan China setelah laporan menyebut diplomat AS telah bertemu dengan para aktivis pro-demokrasi Hong Kong yang menggelar unjuk rasa besar-besaran beberapa bulan terakhir.

Seperti dilansir AFP, Jumat (9/8/2019), otoritas AS menanggapi seruan dan klaim China itu dengan komentar keras.

Kementerian Luar Negeri China dalam pernyataannya menyampaikan 'ketidakpuasan yang besar' terhadap otoritas AS, dengan mengutip laporan media lokal yang menyebut seorang pejabat dari Konsulat Jenderal AS di Hong Kong telah bertemu dengan 'kelompok independen' lokal.

Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri China mendorong kantor diplomatik AS di Hong Kong untuk 'segera memutuskan hubungan dengan berbagai perusuh anti-China' dan 'segera berhenti mencampuri urusan Hong Kong'.


Dilaporkan oleh surat kabar Hong Kong, Takungpao, bahwa ada sebuah pertemuan antara anggota partai politik Demosisto -- termasuk aktivis demokrasi terkemuka Joshua Wong -- dengan Julie Eadeh yang merupakan kepala unit politik pada Konsulat Jenderal AS di Hong Kong.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Morgan Ortagus, menolak klaim China dan menuduh negara itu membocorkan informasi detail soal diplomat AS.

"Saya pikir itu bukanlah protes resmi, itu adalah apa yang akan dilakukan rezim preman," tegas Ortagus merujuk pada pemerintah China, kepada wartawan di Washington DC. "Itu bukanlah cara bagaimana sebuah negara yang bertanggung jawab akan bersikap," imbuhnya.

"Diplomat kami melakukan tugasnya dan kami menghargai pekerjaannya. Ini adalah apa yang dilakukan diplomat-diplomat Amerika setiap harinya di seluruh dunia," sebut Ortagus.


Dalam pernyataan terpisah, seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa perwakilan pemerintah AS akan 'bertemu secara rutin dengan banyak orang secara luas di Hong Kong dan Macau'. "Sebagai contoh, saat hari pertemuan khusus itu, diplomat-diplomat kami juga bertemu dengan para legislator dari kalangan pro-establishment dan pan-demokrasi, juga anggota komunitas bisnis Amerika dan korps konsuler," sebut pejabat yang enggan disebut namanya ini.

Unjuk rasa besar-besaran di Hong Kong yang bermula sebagai protes terhadap rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi yang kontroversial karena mengatur ekstradisi tersangka kriminal ke China, kini meluas menjadi gerakan menuntut reformasi demokrasi. Otoritas China beberapa kali menyebut aksi protes itu didanai oleh Barat, namun tanpa memberikan bukti kuat.


(nvc/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed