detikNews
Jumat 09 Agustus 2019, 14:23 WIB

Ledakan di Pangkalan Militer Rusia Tewaskan 2 Orang, Picu Kenaikan Radiasi

Novi Christiastuti - detikNews
Ledakan di Pangkalan Militer Rusia Tewaskan 2 Orang, Picu Kenaikan Radiasi Ilustrasi (Thinkstock)
Moskow - Sebuah ledakan di pangkalan militer Rusia di dekat Arktika menewaskan dua orang. Ledakan ini dilaporkan sempat memicu kenaikan level radiasi nuklir untuk waktu singkat.

Seperti dilansir AFP, Jumat (9/8/2019), ledakan ini dilaporkan terjadi saat dilakukan uji coba terhadap mesin jet propelan cair di pangkalan militer Rusia di kota kecil Nyonoksa, Arkhangelsk, yang berjarak 1.000 kilometer sebelah utara Moskow. Otoritas Rusia mengumumkan insiden ini pada Kamis (8/8) waktu setempat.

Pangkalan militer itu tercatat sebagai pusat utama untuk uji coba rudal balistik yang digunakan dalam kapal selam dan kapal militer milik Angkatan Laut Rusia. Disebutkan Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataannya bahwa ledakan itu memicu kebakaran pada perlengkapan di lokasi uji coba.

"Sebagai akibat dari insiden ini, enam pegawai Kementerian Pertahanan dan seorang pengembang mengalami luka-luka," sebut pernyataan Kementerian Pertahanan Rusia. "Dua (personel militer) spesialis tewas akibat luka-luka mereka," imbuh pernyataan tersebut.


Otoritas di kota Severodvinsk, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari lokasi uji coba, menyatakan level radiasi sempat naik sebentar usai ledakan terjadi.

Dalam pernyataan yang dirilis usai insiden itu terjadi, Kementerian Pertahanan Rusia menyebut level radiasi 'normal' dan tidak ada bahasa emisi akibat ledakan itu. Otoritas kesehatan setempat juga menyatakan tidak ada anggota masyarakat yang terdampak.

"Tidak ada kontaminasi radioaktif," tutur seorang juru bicara otoritas wilayah Arkhangelsk, yang menjadi lokasi uji coba, kepada AFP.

Namun otoritas Severodvinsk bersikeras melaporkan sensor pendeteksi radiasi otomatis di wilayah mereka 'mencatat kenaikan singkat dalam level radiasi' sekitar pukul 11.50 waktu setempat. Menurut otoritas Severodvinsk, level radiasi sempat naik sedikit di atas batas yang diizinkan hingga pukul 14.00 waktu setempat.

Otoritas Severodvinsk, seperti dilansir Associated Press, menyebut level radiasi naik ke angka 2 mikrosievert per jam selama 30 menit, sebelum turun ke level wajar sebesar 0,1 mikrosievert per jam. Sesuai dengan standar prosedur yang berlaku, otoritas darurat langsung merilis peringatan kepada seluruh pekerja untuk tetap tinggal di dalam gedung. Kendati otoritas setempat menekan warga tidak terancam oleh kenaikan singkat level radiasi itu.


Level radiasi 2 mikrosievert per jam diketahui sedikit lebih tinggi dari level radiasi wajar yang bisa bervariasi antara 0,1 - 0,4 mikrosievert per jam. Namun tetap saja peringatan kenaikan level radiasi ini membuat warga setempat khawatir dan memicu perdebatan sengit di media sosial setempat.

Terlebih diketahui bahwa galangan kapal Zvyozdochka di Severodvinsk yang digunakan untuk merakit dan memperbaiki kapal selam bertenaga nuklir, pernah dilanda kebakaran tahun 2015 lalu.

Insiden di Nyonoksa ini terjadi beberapa hari setelah kebakaran dahsyat menyelimuti depot amunisi militer Rusia di dekat Achinsk, Krasnoyarsk, Siberia bagian timur.

Kebakaran dahsyat pada Senin (5/8) lalu, dilaporkan memicu ledakan-ledakan kuat yang berlanjut selama 16 jam dan menewaskan sedikitnya satu orang serta melukai 13 orang lainnya. Sekitar 16.500 warga setempat terpaksa mengungsi dari rumah masing-masing.


(nvc/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com