detikNews
Jumat 02 Agustus 2019, 17:53 WIB

Jepang Hukum Gantung 2 Napi, Usianya 64 Tahun dan 50 Tahun

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jepang Hukum Gantung 2 Napi, Usianya 64 Tahun dan 50 Tahun ilustrasi
Tokyo - Otoritas Jepang menghukum gantung dua terpidana pembunuhan. Ini merupakan eksekusi mati pertama tahun ini setelah 15 napi dieksekusi mati pada tahun 2018 lalu.

"Saya memerintahkan eksekusi setelah pertimbangan yang sangat hati-hati," kata Menteri Kehakiman Takashi Yamashita kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (2/8/2019).

"Ini kasus-kasus yang sangat brutal di mana mereka merenggut nyawa korban-korban yang tidak melakukan kesalahan demi alasan egois mereka," imbuhnya.


Kedua pria yang dieksekusi mati tersebut adalah Koichi Shoji (64) dan Yasunori Suzuki (50).

Media-media lokal melaporkan, Shoji dinyatakan bersalah atas pembunuhan dua perempuan dan pencurian uang tunai pada tahun 2001 di dekat Tokyo. Sedangkan Suzuki dinyatakan bersalah atas pembunuhan tiga perempuan di jalanan di Jepang selatan dan pencurian uang tunai pada tahun 2004.


Jepang termasuk di antara sedikit negara maju yang tetap mempertahankan hukuman mati. Dukungan publik Jepang atas hukuman mati juga tetap tinggi meski mendapat kritikan internasional, termasuk dari kelompok-kelompok HAM

Otoritas Jepang telah menghukum gantung 15 napi pada tahun 2018, menyamai rekor tahun 2008 sejak negeri Sakura itu secara terbuka mengumumkan eksekusi mati pada tahun 1998. Di antara mereka yang dieksekusi mati tahun lalu adalah 13 orang anggota sekte kiamat Aum Shinrikyo, yang melakukan serangan gas sarin mematikan pada tahun 1995 di kereta bawah tanah Tokyo dan kejahatan lainnya. Eksekusi massal yang dilakukan pada Juli 2018 itu menuai kritikan dari kelompok-kelompok HAM, termasuk Amnesty International.



(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com