detikNews
Selasa 30 Juli 2019, 19:47 WIB

Israel dan AS Klaim Sukses Uji Coba Pencegat Rudal, Tangkal Ancaman Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Israel dan AS Klaim Sukses Uji Coba Pencegat Rudal, Tangkal Ancaman Iran PM Israel Benjamin Netanyahu dan Dubes AS untuk Israel, David Friedman, menyaksikan video uji coba pencegat rudal (AFP Photo/MENAHEM KAHANA)
Tel Aviv - Israel dan Amerika Serikat (AS) mengklaim sukses dalam melakukan uji coba pencegat rudal balistik. Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut sistem pencegat rudal akan memberikan perlindungan dalam menghadapi potensi ancaman Iran.

Seperti dilansir AFP, Selasa (30/7/2019), uji coba sistem Arrow-3 itu dilakukan di wilayah Alaska, AS, pada Minggu (28/7) waktu setempat. Kementerian Pertahanan Israel dalam pernyataannya menyebut uji coba itu digelar dengan sukses. Sistem Arrow-3 disebut mampu mencegat target yang mengudara di atmosfer Bumi.

"Uji terbang dilakukan di Alaska demi menguji kemampuan yang mungkin tidak diuji di Israel," demikian pernyataan Kementerian Pertahanan Israel.


Rekaman video yang menunjukkan uji coba itu ditayangkan dalam rapat kabinet di Yerusalem pada Minggu (28/7) waktu setempat. Duta Besar AS untuk Israel, David Friedman, ikut hadir dalam momen tersebut.

"Israel kini memiliki kemampuan untuk beraksi melawan rudal-rudal balistik yang bisa diluncurkan terhadap kita dari Iran atau dari mana saja," sebut PM Netanyahu dalam pernyataan terpisah.

"Ini merupakan pencapaian hebat bagi keamanan Israel," imbuhnya.

Pada Januari lalu, Israel juga menggelar uji coba sistem Arrow-3 bersama AS. Uji coba yang digelar di Israel itu diklaim sukses. Serangkaian uji coba juga dilakukan sebelum rudal-rudal pencegat dikerahkan tahun 2017 lalu ke pangkalan udara Israel.


Sistem Arrow yang sebagian dibiayai oleh AS, dikembangkan dan diproduksi oleh Industri Dirgantara Israel dalam kemitraan dengan Boeing. Sistem Arrow-3 dimaksudkan untuk dikerahkan dalam bagian sistem pencegatan rudal kategori highest-altitude.

Diketahui bahwa Israel juga memiliki sistem untuk mencegat rudal pada ketinggian lebih rendah.

Sejak tahun 2015, Iran yang merupakan musuh utama Israel diketahui terus mengembangkan dan menguji coba rudal-rudal balistik, yang diklaim untuk tujuan defensif. Israel sendiri disebut memiliki kekuatan militer paling kuat di kawasan Timur Tengah dan secara luas dianggap sebagai satu-satunya negara dengan kekuatan nuklir, meskipun Israel tidak pernah mengakui kemampuan itu.

Uji coba sistem Arrow-3 ini digelar saat ketegangan di Timur Tengah semakin memuncak, khususnya antara AS dan Iran. Hubungan kedua negara semakin memburuk setelah Presiden Donald Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir Iran dan kembali memberlakukan sanksi untuk negara Syiah itu.


(nvc/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com