detikNews
Senin 29 Juli 2019, 18:40 WIB

Paus Fransiskus: Pelacuran Sama dengan Perbudakan dan Kejahatan Menjijikkan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Paus Fransiskus: Pelacuran Sama dengan Perbudakan dan Kejahatan Menjijikkan Paus Fransiskus (Foto: REUTERS/Yara Nardi)
Vatikan - Paus Fransiskus mengecam pelacuran sebagai "sifat buruk yang jahat" yang membuat kaum perempuan jatuh ke dalam perbudakan, yang kerap dilakukan oleh orang-orang yang menyebut diri mereka Kristen.

Kecaman tersebut ditulis Paus dalam sebuah pengantar buku yang dipublikasi di media Italia hari ini.

"Segala bentuk pelacuran sama dengan perbudakan, tindakan kriminal, kejahatan menjijikkan yang menyalahartikan bercinta dengan menghilangkan naluri seseorang dengan menyiksa wanita yang tak berdaya," demikian ditulis Paus seperti dimuat harian La Repubblica dan dilansir kantor berita AFP, Senin (29/7/2019).


"Seseorang tak pernah bisa dijual," tulis Paus dalam pengantar buku yang ditulis Aldo Buonaiuto, pastor yang melekat pada Komunitas Paus Yohanes XXIII, sebuah badan amal Katolik Roma yang merawat orang miskin, pelacur dan bermasalah.

"Ini adalah penyakit kemanusiaan, cara yang salah dalam mempertimbangkan masyarakat. Membebaskan para budak miskin ini adalah sikap penuh belas kasihan dan kewajiban bagi semua orang yang berkemauan baik. Tangisan kepedihan mereka tidak dapat membuat individu atau institusi acuh tak acuh," tulis paus.

"Tidak boleh ada yang memalingkan muka atau mencuci tangan mereka dari darah tak berdosa yang tumpah di jalan-jalan dunia," katanya.


Sebelumnya pada Maret 2018 lalu, Paus pernah menyinggung tentang prostitusi dalam sesi pertemuan selama empat jam dengan 300 pemuda yang diundang untuk membantu Vatikan memahami apa yang dipikirkan para pemuda ini tentang Gereja Katolik. Prostitusi menjadi salah satu isu yang cukup kuat dibahas dalam pertemuan itu, karena Vatikan telah menerima cukup banyak laporan tentang praktik terkait yang berkaitan dengan perdagangan manusia.

Dalam pertemuan itu, Paus Fransiskus, yang menjadikan perang melawan perdagangan manusia menjadi prioritasnya, mengingatkan para pemuda agar membantu upaya melawan para pedagang manusia itu.

Laporan UN Women terbaru -- yang diterbitkan pada 2007 -- memperlihatkan bahwa angka laporan kasus prostitusi terselubung meningkat lebih dari 48 persen sejak dekade 1980-an. Afrika, Asia Tenggara, dan Amerika Tengah adalah tiga kawasan paling rawan terhadap kasus terkait, yang biasanya berkaitan erat dengan isu perdagangan manusia.
(ita/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com