Khawatir Penularan Ebola saat Haji, Saudi Larang Pendatang dari Kongo

Khawatir Penularan Ebola saat Haji, Saudi Larang Pendatang dari Kongo

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Minggu, 28 Jul 2019 00:56 WIB
Kakbah (Foto: Bandar Aldandani/Getty Images)
Kakbah (Foto: Bandar Aldandani/Getty Images)
Riyadh - Arab Saudi telah mengeluarkan aturan pelarangan masuknya pendatang dari Republik Demokratik Kongo (RDC). Aturan itu dikeluarkan karena kekhawatiran virus ebola selama musim haji bulan depan.

Keputusan itu, yang diumumkan dalam sebuah catatan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Saudi, pada Rabu (24/7/2019). Pengumuman itu juga mengutip Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyatakan wabah Ebola di provinsi Kivu Utara dan Ituri timur, Kongo sebagai status darurat kesehatan masyarakat dan menjadi perhatian internasional.

"Pemberian visa kedatangan untuk orang-orang yang masuk dari DRC telah dihentikan, untuk menjaga kesejahteraan para peziarah," kata catatan kementerian Saudi seperti dilansir Aljazeera, Sabtu (27/7/2019).



Langkah itu diambil meskipun WHO mengatakan tidak ada negara yang harus menutup perbatasannya atau membatasi perjalanan serta perdagangan karena ebola. WHO juga meminta negara lain di Afrika dan di seluruh dunia untuk tidak "panik" dalam menanggapi masalah itu.

Sekitar tiga persen populasi DRC merupakan warga Muslim. Sementara 10 persen jemaah haji merupakan orang-orang dari Afrika sub-Sahara setiap tahunnya.



Data Kementerian Kesehatan DRC menyebut ebola telah menewaskan lebih dari 1.700 orang sejak muncul Agustus lalu. Ini adalah wabah terburuk kedua dari jenisnya yang pernah ada.

Arab Saudi juga pernah menutup sebagian perbatasannya bagi para pelancong di tengah kekhawatiran pada ebola selama 2014-2016. Ketika itu ebola menewaskan lebih dari 11.300 orang. (abw/jbr)